On Second Thought, I Decided To Unlike It

By | June 2, 2018

Sejak diluncurkan pada 4 Februari 2004, Facebook – selain ponsel dan platform media sosial lainnya – telah secara masif mengubah cara orang berkomunikasi. Fitur yang disediakan oleh platform media sosial yang paling populer di dunia ini memungkinkan penggunanya untuk memberikan like untuk foto atau status yang diunggah oleh pengguna lain yang mereka sukai atau dukung. Nah, Facebook, dan juga platform media sosial lain, mempunyai peran dalam menciptakan kosa-kata baru, yang meskipun awalnya hanya digunakan dalam konteks media sosial atau Internet kemudian diadopsi secara resmi ke dalam kosa-kata bahasa Inggris dan masuk ke dalam kamus.

Salah satu kata yang mendapatkan tambahan makna karena pemakaian Facebook adalah kata unlike. Sebagai sebuah kata, kata ini tidak tergolong baru. Biasanya, kata unlike berfungsi sebagai preposisi, ajektiva, atau konjunsi yang berarti ‘tak seperti’ atau ‘berbeda dari’. Selain fungsi-fungsi tersebut, kata ini juga bisa berfungsi sebagai verba yang berarti ‘berhenti menyukai’, meskipun sangat jarang digunakan dalam percakapan sehari-sehari.

Tetapi, berkat Facebook, kata ini kemudian mendapatkan makna baru dalam fungsinya sebagai verba. Sekarang ini menurut kamus online Longman Dictionary, tentu dalam konteks Facebook, verba unlike diartikan “to show on Facebook that you no longer like or agree with something, after showing that you liked it” – menunjukkan di Facebook bahwa Anda tidak lagi menyukai atau setuju dengan sesuatu, setelah (sebelumnya) menunjukkan bahwa Anda menyukainya. Jadi, dengan kata lain sobat membatalkan ‘like’ yang sudah Anda berikan.

Kamus online yang lain, MacMillian, menyebutkan bahwa kata ini tidak hanya digunakan secara terbatas untuk Facebook, tetapi juga untuk jenis media sosial lain, dengan makna yang sama. Kamus ini menyatakan bahwa kata ini berarti ‘to show that you do not like something by clicking the unlike button on a social networking site’ – menunjukkan bahwa Anda tidak menyukai sesuatu dengan cara mengklik tombol unlike di sosial media.

Sekali lagi, perlu ditegaskan di sini bahwa verba unlike sangat jarang dipakai dalam percakapan sehari-hari, dan penggunaannya pun terbatas pada konteks media sosial, dan TIDAK BISA diartikan sebagai membenci atau tidak suka. Kata ini hanya sekadar berarti berhenti menyukai, atau tidak jadi menyukai. Berikut adalah beberapa contoh kalimat menggunakan verba unlike.

  • I liked his facebook status, but on second thought, I decided to unlike it. –  Saya menyukai status facebooknya, tetapi setelah saya pikir-pikir saya memutuskan untuk membatalkannya.
  • A few people unlike the fan page. – Beberapa orang tidak jadi menyukai ‘fan page’ itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *