What the Heck Is Going On?

By | August 12, 2019

Sebagai pecinta bahasa Inggris, sobat pasti sudah pernah atau bahkan sering mendengar ungkapan ini, what the heck, yang dipakai untuk mengungkapkan keterkejutan, kekecewaan, atau kemarahan, tergantung pada konteksnya. Banyak orang menyatakan bahwa kata heck – yang sudah digunakan sejak tahun 1865 – adalah penghalusan (eufemisme) dari kata hell. Katanya, orang menggunakan kata ini untuk menghindari penggunaan kata hell., yang dianggap kasar. Setidaknya, itu yang dipahami oleh banyak orang saat ini, yang juga dikonfirmasi oleh kamus Merriam Webster.

Makna tersebut tampak pada kalimat-kalimat ini, misalnya, yang diambil dari Urban Dictionary.

  • I gave my son a yoghurt  that had expired yesterday…I’ll go straight to heck. – Saya memberi anak saya yoghurt kadaluwarsa. … Saya akan langsung masuk neraka.
  • After I murdered the man, it became obvious that I would be going to heck. – Setelah saya membunuh laki-laki itu, jelas saya akan masuk neraka.

Dalam kaitannya dengan bentuk eufemisme itu, ada juga yang menghubungkan kata heck dengan ungkapan dalam bahasa Denmark,”Gå ad Hekkenfeldt til” yang semakna dengan “Gå ad Pommern (Hell) til” yang berarti “Go to Hell”. Sementara kata ‘Hekkenfeldt’ merujuk pada gunung berapi di Islandia yang dinamai ‘Hekla’. Di gunung inilah konon para penyihir bertemu dengan Setan.

Ada juga pendapat lain yang menyebutkan bahwa kata heck tidak ada sangkut pautnya dengan kata hell. Kata ini, menurut sementara orang, berasal dari kata Skotlandia hech, yang mengungkapkan makna kejutan. Dari manapun kata ini berasal, satu hal jelas, bahwa saat ini kata heck dalam ungkapan ‘What the heck is he doing?”, misalnya, adalah bentuk eufemisme dari kata hell, yang dianggap kasar dan berpotensi menyinggung perasaan lawan bicara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *