Wait vs Await: Beda atau Sama?

By | July 17, 2016

Kedua kata ini termasuk dalam kategori kata kerja (verb), dan dua-duanya sering diartikan ‘menunggu’. Tetapi, ada perbedaan besar di antara keduanya. Mari kita bahas satu per satu.

WAIT

Menurut Longman Language Activator kata kerja ini berarti ‘menunggu’, artinya tidak melakukan banyak hal sembari mengharapkan sesuatu terjadi atau seseorang datang. Secara tata bahasa, kata ini bisa berfungsi sebagai kata kerja intransitive tanpa harus diikuti obyek, atau transitive dengan obyek. Kata ini bisa juga diikuti to infinitive, kata kerja diawali to.

Kalau sobat perhatikan definisi di atas, sobat bisa melihat bahwa obyek dari kata kerja ini bisa animate (benda hidup), atau inanimate (benda mati). Jika kata kerja ini diikuti obyek, harus ada preposisi yang ditambahkan.

Coba perhatikan kalimat-kalimat berikut:

  • I have been waiting for hours but he hasn’t come yet.  – Saya sudah menunggu berjam-jam tetapi ia belum datang juga. Kata waiting di sini berfungsi sebagai kata kerja intransitive.
  • Dina waited in line to buy a ticket for tonight’s concert. – Dina menunggu dalam antrian untuk membeli tiket konser nanti malam. Kata waited di sini juga berfungsi sebagai kata kerja intransitive, dan langsung diikuti to infinitive.
  • I’m waiting for her to call me back – Saya sedang menunggunya menelepon balik. Kata waiting dalam kalimat ini berfungsi sebagai kata kerja transitive dengan preposisi for.
  • Bill is waiting for an email reply. – Bil sedang menunggu balasan email. Sama dengan contoh kalimat sebelumnya, kata waiting dalam kalimat ini berfungsi sebagai kata kerja transitive dengan preposisi for.

AWAIT

Kata kerja ini juga berarti menunggu. Berbeda dengan wait, kata kerja ini TIDAK BISA digunakan tanpa obyek. Jadi, harus ada obyek dibelakangnya. Nah, yang perlu diperhatikan adalah, kata ini TIDAK PERNAH diikuti oleh obyek animate (hidup), melainkan obyek inanimate (mati). Itu artinya, sobat tidak akan pernah mendengar penutur asli mengatakan ‘I awaited her (X)’ atau ‘I awaited you for hours (X)’.

Maka, untuk contoh kalimat pertama di atas sobat tidak bisa menggunakan await untuk menggantikan wait. Demikian juga dengan contoh kalimat kedua dan ketiga.

  • I have been awaiting for hours but he hasn’t come yet (X).
  • Dina awaited in line to buy a ticket for tonight’s concert (X).
  • I’m awaiting her to call me back (X).

Hanya untuk contoh kalimat keempat lah sobat bisa menggantikan kata wait dengan await, dan kalimatnya akan tampak seperti ini:

  • I’m awaiting an email reply. – Saya sedang menunggu email balasan. Sobat perhatikan bahwa kata awaiting langsung diikuti obyek tanpa ada penambahan preposisi, dan obyeknya pun bukan benda hidup.

Berikut contoh-contoh kalimat lain menggunakan await:

  • He is awating the birth of his first child. – Ia sedang menantikan kelahiran anak pertamanya.
  • The soldiers are awaiting orders. – Para tentara sedang menunggu perintah.

Perlu dicatat bahwa kata await mempunyai nuansa formal. Oleh karena itu, kata ini sering dijumpai dalam dokumen-dokumen resmi seperti surat-surat resmi maupun surat kabar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *