Toxic vs Poisonous vs Venomous

By | September 17, 2016

Sobat pembaca, tiga kata sifat (adjective) yang kita jadikan topik bahasan kali ini: toxic, poisonous, dan venomous, memang membingungkan. Ketiganya berarti beracun dalam bahasa Indonesia. Tetapi, perlu sobat perhatikan bahwa ketiganya digunakan dalam konteks berbeda. Ketiga ajektiva ini masing-masing berasal dari kata toxin, poison, dan venom. Untuk bentuk nominanya kita bahas nanti. Mari kita bahas satu per satu.

TOXIC

Kata ini sering diartikan beracun. Dalam konteks ilmiah, kata ini sebenarnya digunakan untuk menjelaskan bahan beracun yang secara alami diproduksi dalam sel hidup (misalnya bakteri) atau organisme/makhluk hidup (tumbuhan, binatang) yang berpotensi menimbulkan kerugian (alergi, penyakit, kematian) bagi makhluk hidup lain. Jadi, awalnya kata ini menjelaskan substansi, zat atau bahan, beracun yang dihasilkan makhluk hidup saja.

Tetapi, sekarang ini – terutama dalam konteks sehari-hari oleh orang awam – kata ini digunakan dalam konteks lebih luas, untuk menjelaskan zat-zat atau bahan-bahan beracun lain yang tidak dihasilkan oleh sel hidup atau organisma, misalnya radioaktif, gas, zat kimia, obat-obatan, bahan bakar, dan zat-zat lain yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi makhluk hidup.

Nah, kerugian yang ditimbulkan oleh zat atau bahan yang disebut toxic bisa bermacam-macam, mulai dari yang ringan (alergi, gatal-gatal, munculnya bintik-bintik merah, muntah-muntah, pusing), menengah, hingga berat yang mampu mengakibatkan kematian. Coba perhatikan penggunaan kata ini dalam kalimat-kalimat berikut:

  • Aloe and Amaryllis are two plants toxic to dogs. – Lidah buaya dan Amarilis adalah dua tanaman yang beracun bagi anjing.
  • The Parenti, an Australian lizard, is known to produce toxic saliva. – Parenti, kadal Australia, dkenal bisa menghasilkan air liur beracun.
  • Wear a mask in order to prevent yourself from inhaling toxic gas. – Pakailah masker untuk mencegah Anda menghirup gas beracun.

POISONOUS

Kata ini digunakan untuk menyebut zat apapun, baik alami maupun buatan, yang mampu menimbulkan kerugian (penyakit, kematian) bagi makhluk hidup. Nah, oleh karena itu secara teknis apapun yang bisa disebut toxic bisa disebut sebagai poisonous. Dan memang dalam keseharian, kedua kata ini seringkali bisa dipertukarkan. Kata ini bisa menggantikan kata toxic dalam contoh-contoh kalimat di atas:

  • Aloe and Amaryllis are two plants poisonous to dogs. – Lidah buaya dan Amarilis adalah dua tanaman yang beracun bagi anjing.
  • The Parenti, an Australian lizard, is known to produce poisonous saliva. – Parenti, kadal Australia, dkenal bisa menghasilkan air liur beracun.
  • Wear a mask in order to prevent yourself from inhaling poisonous gas. – Pakailah masker untuk mencegah Anda menghirup gas beracun.

Hanya saja, sesuatu yang poisonous umumnya menimbulkan kerugian lebih FATAL ketika makhluk hidup, misalnya manusia atau hewan, terlibat kontak dengan zat beracun ini, meskipun dalam jumlah yang kecil.  Jadi, kalau sesuatu itu sekedar menimbulkan kerugian ringan seperti gatal-gatal, mata perih, bintik-bintik merah di tangan, umumnya disebut toxic, bukan poisonous. Tetapi, kedua kata ini sering dipertukarkan jika kerugian yang timbul besar atau fatal.

Nah, kata ini secara khusus bisa dipertentangkan dengan kata venomous ketika kita bicara tentang hewan yang mengeluarkan racun.

VENOMOUS

Kata ini HANYA digunakan untuk menyebut racun yang dihasilkan binatang. Jadi kata ini digunakan dalam konteks yang lebih sempit dari kedua kata sebelumnya. Jadi, secara teknis, apapun yang bisa disebut venomous adalah toxic, tetapi TIDAK SEBALIKNYA. Secara teknis pula, semua yang bisa disebut venomous bisa disebut poisonous, tetapi tidak sebaliknya.

TETAPI, dalam konteks binatang beracun, penutur asli bahasa Inggris secara jelas membedakan antara binatang yang poisonous dan yang venomous berdasarkan cara racun itu terlibat kontak dan berdampak pada makhluk hidup lain.

Yang disebut venomous animal adalah hewan yang mengirimkan racunnya kepada makhluk hidup lain dengan gigitan atau sengatan. Dengan kata lain, hewan ini secara aktif mengeluarkan racunnya dengan cara menggigit atau menyengat korbannya. Maka, ular berbisa disebut venomous snake BUKAN poisonous.

Nah, yang disebut poisonous animal adalah hewan yang kalau disentuh atau dimakan akan mempunyai dampak merugikan. Jadi, hewan ini pasif. Beberapa hewan termasuk golongan ini, misalnya belalang, beberapa jenis kupu, dan katak.

Semoga membantu.

http://sciencelearn.org.nz/Contexts/Toxins/Science-Ideas-and-Concepts/Poisons-and-toxins

http://insects.about.com/od/insects101/f/venomous-or-poisonous.htm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *