Till vs Until vs ‘Til: Sama Apa Beda Sih?

By | April 11, 2017

Sobat pembaca semua, salam jumpa lagi di englishforsma.com. Topik bahasan kita kali ini adalah till dan until, dua kata yang dalam bahasa Indonesia diartikan ‘sampai’ atau ‘hingga’. Banyak dari kita – termasuk penutur asli – menganggap bahwa kata till adalah versi pendek dari until.

Sebenarnya tidak demikian. Yang terjadi adalah kebalikannya. Menurut kamus etimologi online, kata till adalah kata yang berasal dari bahasa Inggris lama til, yang berarti ‘to’. Kata ini justru lebih tua ketimbang until, yang menurut kamus yang sama adalah bentukan dari un (berarti ‘as far as atau up to dan berasal dari Proto-Germanic und) + till. Dan entah bagaimana kedua unsur yang sebenarnya bermakna sama ini (und dan till) bisa bergabung menjadi satu kata.

Kamus online Merriam Webster  bahkan juga menyebutkan bahwa kata till sudah digunakan sejak abad ke 9 Masehi, dan waktu itu kata ini digunakan dengan cara yang sama dengan to. Dan pada abad 12, kata ini mulai digunakan dengan makna yang sama dengan until sebagaimana sekarang dipakai.

Kedua kata ini bisa berfungsi sebagai preposisi (kata depan) maupun konjungsi (kata sambung). Keduanya HANYA bisa digunakan untuk berbicara tentang waktu, BUKAN tempat. Sebagai preposisi, masing-masing kata hanya diikuti nomina yang menunjukkan waktu, dan sebagai kata sambung diikuti klausa. Perhatikan contoh-contoh kalimat berikut:

  •  I’ll wait till/until midnight. – Saya akan tunggu sampai tengah malam.
  • So, you want me to wait till/until he gets back? – Jadi, kamu menginginkan saya menunggu sampai dia kembali?

Nah, yang menarik adalah, ternyata saat ini penutur asli lebih banyak menggunakan until daripada till. Itu berarti, dalam penggunaan sehari-hari kata tersebut lebih dianggap lazim.

Ada juga yang mengatakan bahwa kata till lebih bernuansa informal dan kasual, meskipun sebenarnya tidak demikian. Ada banyak kalimat dalam surat kabar – yang seringkali bernuansa resmi – menggunakan kata ini. Jadi, tak ada kaitannya dengan formal dan informal. Anggapan salah kaprah ini berasal dari keyakinan yang salah juga bahwa till itu bukanlah kata.

Nah, karena keyakinan yang salah itu kemudian muncul vesi lain yakni ’til dalam American English. Orang berupaya ‘mengoreksi’ kata yang mereka anggap salah. Upaya koreksi ini tentu berlebihan. Dan itulah sebabnya banyak ahli mengatakan bahwa ’til bukanlah kata, dan seharusnya tidak digunakan. Ia hanyalah akibat dari apa yang disebut ‘hypercorrection’.

Jadi, silakan sobat menggunakan till atau until, keduanya sama saja dan bisa dipertukarkan, meskipun sebagian penutur asli menganggap yang kedua lebih resmi dan lebih lazim. Tetapi, baik kalau sobat tidak menggunakan ’til.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *