Throw vs Cast vs Toss vs Hurl: Pahami Bedanya!

By | June 24, 2022

Empat verba yang kita bahas kali ini, yakni throw, cast, toss, dan hurl, mempunyai makna dasar yang sama, yaitu melempar. Meskipun demikian, masing-masing kata mempunyai nuansa makna sendiri, dan digunakan dalam konteks berbeda. Mari kita bahas masing-masing kata.

THROW

Verba ini, seperti halnya verba-verba lain dalam setiap bahasa, mempunyai beragam makna, tergantung konteksnya. Salah satunya adalah melempar. Kamus online Merriam Webster menyebutkan bahwa kata ini berarti,”to propel through the air by a forward motion of the hand and arm” – mendorong melalui udara dengan gerakan tangan dan lengan ke arah depan. Dalam penggunaan sehari-hari kata throw dimaknai sebagai melempar sesuatu dengan sekuat tenaga dan terarah pada obyek yang dituju. Artinya lemparan itu bukan lemparan acak dan tidak terarah. Dengan kata lain, ada sasaran yang dibidik. Mari kita cermati dua contoh kalimat berikut ini.

  • I threw a brick through the window. – Saya melempar batu-bata menembus jendela itu.
  • The girl threw a paper ball at the cat curling up in the sofa. – Gadis itu melempar bola kertas ke kucing yang sedang meringkuk di sofa.

Kata throw dalam kedua kalimat tersebut berarti melempar sesuatu sekuat tenaga dan diarahkan pada obyek yang dituju.

CAST

Verba ini juga berarti melempar, meskipun juga mempunyai beberapa arti lain. Kata ini mempunyai nuansa makna yang sama dengan throw. Kamus online Britannica Dictionary mendefinisikan verba tersebut sebagai,”to throw or move (something) in a forceful way.” – melempar atau memindahkan/menggerakkan sesuatu dengan sekuat tenaga. Sama persis dengan makna throw. Hanya saja, kata cast dengan makna melempar tidak lazim digunakan dalam percakapan sehari-hari. Verba ini lebih banyak dijumpai dalam karya sastra atau teks-teks religius. Seandainya sobat menggunakan kata ini,penutur asli memahami yang sobat maksud, tetapi terdengar janggal dan kuno.

Dalam percakapan sehari-hari, verba ini banyak digunakan secara metaforis. Kata ini dipakai dalam frasa-frasa seperti, misalnya, cast a vote/ballot – ‘melempar’ suara/kartu suara, cast my eye over something – ‘melempar pandangan atau melihat’, cast aside old habit – ‘melempar’ ke samping/menghilangan kebiasaan lama, cast a spell on someone – mengguna-gunai seseorang.

TOSS

Verba ini juga mempunyai makna dasar melempar. Nuansanya saja yang berbeda. Verba ini berarti melempar pelan-pelan dan tidak terarah pada obyek tertentu. Lemparannya acak, dan benda yang dilempar mendarat di mana saja. Misalnya, sobat masuk rumah dalam keadaan lelah, melepas sepatu dan kemudian melemparkan sepatu pelan-pelan secara acak, asal lempar, dan sobat tidak sedang membidik sasaran tertentu. Sepatu tersebut mendarat di titik yang acak pula.

Verba ini juga digunakan ketika sobat melempar sesuatu tanpa diarahkan pada obyek tertentu, dan dengan harapan sesuatu itu ditangkap oleh pihak lain. Misalnya dalam acara pesta pernikahan, sobat melempar bunga kemudian ditangkap oleh salah satu dari tamu yang hadir. Memang lemparan itu terarah, tetapi tidak dibidikkan ke obyek tertentu.

  • Mom tossed the T-shirts into the shopping cart. – Ibu melempar (pelan-pelan) kaos berkerah itu ke dalam kereta belanja.
  • I tossed the coin up and caught it when it fell. – Saya melempar koin itu ke atas dan menangkapnya ketika koin itu jatuh.

HURL

Bagaimana dengan verba hurl? Makna dasarnya sama dengan throw, melempar sekuat tenaga. Yang membedakan adalah kekuatan tenaga yang digunakan untuk melempar. Kalau sobat menggunakan verba hurl, sobat sedang mengatakan bahwa sobat melempar sesuatu dengan tenaga penuh. Tenaga yang digunakan untuk melempar lebih besar dari throw.

  • A demonstrator angrily hurled a rock at the windshield of a car parked in front of a book store. – Seorang demonstran dengan marah melemparkan dengan tenaga penuh sebuah batu ke kaca depan mobil yang diparkir di depan toko buku.
  • I hurled a brick through the window. – Saya melemparkan dengan tenaga penuh sebuah batu-bata menembus jendela itu.
Author: Noeg

English teacher, blogger, translator, workshop facilitator, writing addict, and photography enthusiast, living in Yogyakarta. I teach, I write, therefore I am.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 5 =