The Origin of the Word ‘OK”

By | March 20, 2020

Kata OK (diucapkan /ˌōˈkā/) mulai populer digunakan di Amerika Serikat pertengahan abad 19.  Kata ini – yang kadang-kadang dieja OK, Okay, atau O.K., dan semuanya bisa diterima – adalah satu dari beberapa kata yang paling sering digunakan, baik dalam percakapan maupun tulisan. Dari ketiga ejaan tersebut, OK lebih lazim dijumpai dalam tulisan yang telah diedit, sementara Okay muncul sepertiga kalinya. Yang paling jarang dijumpai adalah O.K.

Kata ini bisa bermakna disepakati, disetujui, dipahami, atau dalam kondisi baik. Dalam kalimat ‘Is it okay if I bring my wife to the party?’ kata ini bisa diartikan ‘tidak apa-apa’ atau ‘diperbolehkan’. Dan kalau sobat mengatakan,”I’m okay” itu artinya sobat baik-baik saja, tidak ada masalah. Lain lagi artinya jika kata ini digunakan dalam kalimat seperti ini,”You have to do it now, okay?” Kalimat ini kira-kira berarti “Kamu harus melakukannya sekarang, paham?”

Asal mula kata ini tidak terlalu jelas dan ada banyak spekulasi terkait etimologinya. Ada yang mengatakan bahwa kata ini berasal dari ungkapan orang Skotlandia och aye, kata Yunaniola kala, kata oke atau okeh dari bahasa yang dipakai suku Indian Choctaw, bahkan kata Perancis aux Cayes atau au quai. Tetapisekali lagi, semua usulan menyangkut asal mula kata OK – meskipun populer – tampaknya tidak bisa begitu saja dapat diterima.

Ada versi yang lebih masuk akal. Menurut versi ini, ungkapan OK awalnya adalah singkatan dari orl korrekt, versi gurauan dari ‘all correct’, yang sangat populer di Amerika Serikat tahun 1830 an. Bukti tertulis pemakaian ungkapan ini menunjukkan bahwa kata ini pernah digunakan sebagai slogan Partai Demokrat saat pemilihan presiden tahun 1840. Calon presidennya, Presiden Martin Van Buren, dijuluki Old Kinderhook sesuai dengan nama tempat kelahirannya di Negara Bagian New York. Para pendukungnya membentuk kelompok fans yang disebut “OK club”.

Begitu populernya, kata ini telah diadopsi oleh banyak bahasa dan kemudian mengalami perubahan ejaan. Misalnya, kata okei  dipakai di Norwegia, Islandia, Finlandia, dan Estonia. Orang-orang  Rusia, Spanyol, Turki Filipina menggunakan okey. Di Vietnam ôkê cukup banyak digunakan, sementara kata oké dipakai di Belanda dan Hungaria. Bahkan kata ini diadopsi di Chechnya dan Slovakia dengan ejaan oukej.

 

Author: Admin

Hi, I am Widi. I am an English teacher, blogger, translator, workshop facilitator, writing addict, and photography enthusiast, living in Yogyakarta. I teach, I write, therefore I am.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *