Test dan Exam: Apa Bedanya?

By | January 28, 2016

Dua kata tersebut sering dianggap sinonim dan dalam konteks pendidikan biasa digunakan untuk mengukur seberapa dalam dan banyak siswa belajar. Keduanya termasuk dalam kategori nomina meskipun kata test bisa berfungsi sebagai verba. Baik test maupun exam sama-sama alat ukur. Nah, tulisan ini dimaksudkan untuk menjelaskan perbedaan antara test dan exam dalam konteks pendidikan di sekolah.

TEST

Test biasanya diberikan kepada siswa pada hari tertentu oleh guru mata pelajaran tertentu. Ketika seorang guru bidang studi tertentu selesai dengan satu bab, ia biasanya memberikan ulangan. Itulah test. Maka, ada frase-frase seperti misalnya, English test, Biology test, Chemistry test, Physics test, dan seterusnya. Dalam konteks ini kata exam tidak lazim digunakan.

Jadi, test biasanya dilakukan pada tingkatan kelas oleh masing-masing guru bidang studi, atau dalam konteks pendidikan tinggi, oleh dosen mata kuliah.

Sebagai catatan, kata test tidak hanya dipakai dalam dunia pendidikan, tetapi juga dalam bidang-bidang lain. Kedokteran, misalnya. Blood test atau DNA test, misalnya. Dalam frase semacam itu, kata exam tentu tidak digunakan.

EXAM

Kata ini dalam konteks pendidikan lebih pas diartikan sebagai ujian, yang lebih mengacu pada ujian mid-semester atau ujian semester. Dalam exam yang diujikan adalah beberapa bidang studi, atau beberapa pelajaran. Kata ini biasa digunakan untuk menyebut tes yang diselenggarakan pada level institusi, bukan level kelas.

Kata ini digunakan baik dalam British maupun American English. Kata ini sebenarnya bentuk pendek dari examination. Hanya saja, bentuk pendeknya entah kenapa – mungkin karena begitu seringnya digunakan – lebih terdengar natural ketika kita berbicara soal ujian dalam konteks pendidikan. Sebaliknya, kata examination terdengar sangat formal dan agak kaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *