Tentang Imbuhan -ish

By | December 27, 2021

Kali ini topik yang kita angkat adalah imbuhan -ish. Sobat pembaca semua pasti sudah sangat akrab dengan imbuhan ini. Imbuhan ini berperan sebagai akhiran. Itu berarti imbuhan -ish ditambahkan di akhir kata. Akhiran -ish ini mirip dengan akhiran -isch dalam bahasa Jerman. Misalnya, kata Scottisch dalam bahasa Jerman itu sama dengan Scottish dalam bahasa Inggris. Begitu pula dengan kata Swedisch.

Bagaimana dengan fungsinya? Akhiran ini sangat lazim digunakan untuk merujuk pada orang berkebangsaan tertentu atau bahasa yang digunakan. Misalnya, orang Denmark dan bahasa Denmark biasa disebut Danish, orang Inggris British, orang Spanyol dan bahasa Spanyol Spanish. Ya memang imbuhan -ish ini tidak bisa diterapkan ini ke semua bangsa. Orang Itali, misalnya, tidak disebut Italish, tetapi Italian.

Yang kita tahu imbuhan ini juga bisa ditambahkan ke nomina, lalu membentuk ajektiva, seperti dalam kata childish (kekanak-kanakan), boyish (kelelaki-lelakian), babyish (seperti bayi), foolish (seperti orang bodoh), dan banyak kata lain. Kita juga tahu akhiran ini bisa ditambahkan ke ajektiva terutama warna. Misalnya, reddish (kemerahan), yellowish (kekuningan), greenish (kehijauan), dan sebagainya.

Tetapi, belum lama (tidak tahu persis mulai kapan) ada gejala penggunaanakhiran -ish yang berbeda dari fungsi -ish biasanya, sebagaimana dijelaskan dalam dua paragraf di atas. Tetapi, bisa dikatakan ini bukan bahasa Inggris baku, dan hanya digunakan oleh anak-anak mudah. Generasi yang lebih tua kemungkinan besar tidak menggunakannya.

Dalam percakapan informal di kalangan anak muda, imbuhan ini juga bisa ditambahkan ke nyaris kata apapun, dengan makna ‘kind of’, ‘kira-kira’, ‘kurang lebih’, karena pembicara tidak yakin persisnya seperti apa. Misalnya, tallish (mungkin terdengar janggal, tapi riil dipakai), kira-kira artinya tinggi gak tinggi, kurang lebih tinggi 😁. Atau, fortyish, kira-kira 40 tahun usianya. Bahkan bisa ditambahkan ke waktu. At sevenish, misalnya, yang berarti kurang lebih pukul 7. 00.Can we meet up at sevenish?

Ya tentu, jangan pakai imbuhan ini di dalam rapat resmi, seminar, atau tulisan resmi. Nanti Anda ditertawakan.

Author: Noeg

English teacher, blogger, translator, workshop facilitator, writing addict, and photography enthusiast, living in Yogyakarta. I teach, I write, therefore I am.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × five =