Stop vs Quit

By | August 2, 2016

Sobat pembaca englishforsma.com, dua kata kerja yang kita bahas kali ini, stop dan quit mempunyai kedekatan makna. Keduanya terkait dengan makna ‘berhenti’ atau ‘menghentikan’. Tetapi, itu tidak berarti dua kata ini sama artinya. Masing-masing mempunyai konotasi makna yang berbeda. Dalam situasi tertentu bisa saling menggantikan, dan dalam situasi lain tidak. Mari kita bandingkan kedua kata ini dengan mengikuti beberapa butir penjelasan berikut ini:

Poin 1. Menurut Longman Language Activator, kata stop digunakan untuk mengatakan bahwa seseorang berhenti melakukan suatu kegiatan. Dalam hal ini kata kerja ini diikuti gerund  (verb-ing yang dibendakan).

  • I decided to stop seeing Veronica because her parents didn’t bless our relationship. – Saya memutuskan untuk berhenti menemui Veronica karena orang tuanya tidak merestui hubungan kami.
  • She heard several knocks at the door, so she stopped working to welcome the guest. – Ia mendengar beberapa ketukan di pintu, sehingga dia berhenti bekerja untuk menyambut tamu.

Kata quit juga mempunyai pengertian itu, Bedanya, kata ini lebih lazim digunakan untuk mengatakan berhenti melakukan sesuatu YANG MENJENGKELKAN ORANG LAIN. Oleh karena itu kata ini tidak bisa digunakan untuk menggantikan kata stop dalam contoh kalimat atas.

  • They should quit complaining and just get on with their job. – Mereka sebaiknya berhenti mengeluh dan mulai bekerja (Longman Language Activator hal. 1141). Tetapi, karena stop mempunyai makna lebih luas, kata quit dalam kalimat ini BISA juga diganti dengan stop.

Poin 2. Kata ini juga dipakai untuk mengatakan sesuatu (mesin, misalnya) berhenti bekerja, bergerak, berfungsi, dan lain-lain. Dalam hal ini, quit TIDAK BISA menggantikan.

  • The car engine stopped working. – Mesin mobilnya berhenti bekerja. The car engine quitted working (X).

Poin 3. Menurut Longman Language Activator, kata stop juga digunakan untuk mengatakan sesuatu (hujan, mesin, dan lain-lain) berhenti. Dalam hal ini, kata ini bisa berfungsi tanpa diikuti obyek berupa frasa nomina atau verba. Quit TIDAK BISA menggantikan.

  • The rain has stopped. Let’s go out. – Hujannya sudah berhenti. Mari pergi ke luar. The rain has quitted (X).
  • What would you do if the engine suddenly stopped? – Apa yang akan kamu lakukan seandainya mesinnya berhenti? The engine suddenly quitted (X).

Poin 4. Kata stop bisa berarti menghentikan sesuatu. Dalam pengertian ini kata quit TIDAK BISA menggantikan.

  • I tried to slow down and stop the car, but nothing happened. – Saya mencoba memperlambat dan menghentikan mobil, tetapi tidak sesuatupun terjadi. I tried to slow down and quit the car (X).

Poin 5. Kata quit mempunyai makna yang TIDAK dipunyai kata stop. Sobat silakan gunakan kata ini jika sobat ingin mengatakan sobat berhenti melakukan sesuatu sebelum sobat berhasil menyelesaikannya.

  • I felt I couldn’t do it anymore, so I decided to quit. – Saya merasa tidak bisa melakukannya, maka saya memutuskan untuk berhenti. I decided to stop (X).
  • I quit the job because I had to move to another town. – Saya berhenti dari pekerjaan karena saya harus pindah ke luar kota. I stopped the job (X).

2 thoughts on “Stop vs Quit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *