Site icon englishforsma.com

Screen Time

Ketika pertama kali digunakan tahun 1921, frasa screen time hanya berarti sejumlah waktu seseorang atau sesuatu muncul di layar, baik dalam film maupun dalam acara televisi. Dalam bahasa Indonesia, barangkali bisa diartikan sebagai jumlah waktu tayang.Kamus online Merriam Webster Dictionary menyebutkan definisi pertama dari frasa ini: “The amount of time someone or something appears on a screen in a movie or television show.” Makna ini tentu saja mencakup waktu tayang iklan di televisi, misalnya. Atau jumlah total waktu kemunculan seorang aktor dalam sebuah film tertentu.

Sekarang frasa ini mengalami perluasan makna seiring perkembangan jaman dan teknologi. Saat ini hampir-hampir tidak bisa dijumpai seorang remaja beraktivitas tanpa gawai. Ke manapun mereka pergi atau apapun yang mereka lakukan, gawai ada di genggaman. Tentu bukan hal yang mengejutkan karena segala jenis informasi bisa diakses melalui layar ponsel pintar atau laptop, bahkan teman-teman pun mereka jangkau lewat layar sakti itu.

Makna kedua frasa itu pun muncul. Tak lagi hanya dimaknai jumlah waktu tayang, frasa ini juga diartikan jumlah waktu yang dihabiskan seseorang di depan layar, entah televisi, ponsel, tablet ataupun laptop. Kamus online yang sama menyebutkan makna kedua frasa ini:”Time spent watching television, playing a video game, or using an electronic device with a screen.”

Tampaknya, screen time semakin meningkat dari hari ke hari. Semakin banyak waktu dihabiskan, terutama oleh remaja, di depan layar. Remaja semakin keranjingan gawai, dan mata mereka tidak bisa lepas dari layar. Orangtua pun kemudian mengawatirkan dampak dari fenomena ini. Para penyedia aplikasi pun menangkap peluang bisnis ini dengan meluncurkan aplikasi khusus untuk mengontrol screen time.

Berikut adalah beberapa contoh kalimat menggunakan frasa ini:

 

Exit mobile version