Rule vs Regulation

By | May 25, 2016

Baik rule maupun regulation berfungsi untuk mengatur apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan supaya semua berjalan dengan baik. Sobat mungkin bertanya-tanya, lalu apa perbedaan antara kedua istilah itu?

RULE

Kata ini berarti aturan. Sobat bisa menggunakan kata ini ketika berbicara tentang aturan yang dibuat untuk situasi keseharian dan tidak resmi. Sobat pasti ingat waktu kecil suka bermain petak umpet, engklek, lompat tali, atau permainan tradisional lainnya? Atau bermain sepak bola dengan teman dengan bola plastik? Di sana ada aturan, bukan? Yang boleh dan tidak boleh dilakukan? Dalam konteks keseharian seperti inilah kata rule digunakan.

Atau ketika di dalam kelas seorang wali kelas membuat aturan bersama-sama dengan siswa perwaliannya, aturan yang dibuat ini juga disebut rule sebab aturan ini berlaku untuk kelas itu saja, tetapi tidak untuk kelas lain. Aturan yang dibuat oleh orang tua Anda waktu sobat masih kecil, misalnya sudah harus berada di rumah sebelum jam 20.00 atau mandi sore sebelum jam 16.30, juga disebut rule. Ada kemungkinan aturan ini berubah sesuai kebutuhan.

REGULATION

Kata ini sering diartikan peraturan. Kata ini merujuk pada seperangkat aturan yang dibuat untuk situasi formal dan mengikat atau berlaku untuk seluruh lembaga, unit pemerintahan dalam wilayah kabupaten, provinsi, atau bahkan seluruh negara.

Regulation biasanya dibuat oleh pihak yang mempunyai otoritas atau wewenang. Institusi pendidikan pasti juga punya aturan resmi yang harus dipatuhi oleh seluruh komunitas supaya proses persekolahan berlangsung dengan baik. Aturan tersebut disebut school regulations.

Peraturan lalu-lintas, misalnya, dibuat badan pemerintah dan mengikat seluruh warga negara dalam wilayah hukum Indonesia. Regulation dibuat untuk memastikan bahwa undang-undang (laws) yang dikeluarkan bisa ditegakkan. Ada juga banking regulations.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *