Problem vs Trouble: Perbedaan

By | November 12, 2016

Kedua nomina yang kita bahas kali ini, problem dan trouble, bisa menimbulkan kebingungan bagi sementara pembelajar bahasa Inggris. Keduanya terkait dengan hal-hal atau situasi tak menyenangkan. Tentu saja kedua kata tersebut, ketika digunakan, bisa mengacu pada situasi yang sama meskipun konotasi maknanya berbeda. Jadi, ini soal makna apa yang ingin sobat tekankan.

PROBLEM

Dalam bahasan sebelumnya sudah dibahas apa itu problem. Sobat bisa menengok kembali penjelasan tentang makna kata ini di sini. Intinya, sesuatu – entah situasi atau hal lain – disebut problem ketika sobat mengaitkan atau mengasosiasikan sesuatu itu dengan solusi. Jadi, ketika menggunakan kata ini, sobat di saat yang sama sedang berpikir soal solusi.

Kata solusi ini penting. Sobat bisa saja sedang merujuk pada suatu situasi tak menyenangkan TANPA mengaitkannya dengan jalan keluar. Kata poverty, misalnya, sebagaimana dijelaskan dalam bahasan sebelumnya, bisa dilihat sebagai social problem atau social issue. Kalau sobat melihatnya sebagai sesuatu yang harus dicarikan jalan keluar/solusi, kata problem lebih tepat. Kalau sobat melihatnya sebagai sebuah topik penting untuk didiskusikan atau diperdebatkan, kata issue lebih tepat.

  • There’s a problem with my printer. It won’t print and everything is connected perfectly. – Ada masalah dengan printerku. Gak bisa ngeprint dan semuanya sudah nyambung dengan sempurna.
  • Poverty is a social problem that needs to be solved. – Kemiskinan adalah persoalan sosial yang perlu dipecahkan.

TROUBLE

Kata ini juga mengacu pada hal atau sesuatu yang tak menyenangkan. Kata ini lebih banyak digunakan sebagai uncountable noun, kata benda tak bisa dihitung. Nah, berbeda dengan problem yang selalu dikaitkan dengan solusi, kata ini lebih berkaitan dengan perasaan negatif yang muncul ketika hal buruk terjadi.

Jadi, kalau sobat menggunakan kata ini, sobat sedang menegaskan bahwa sesuatu yang buruk, tidak menyenangkan dan mengganggu sedang terjadi, dan itu memunculkan perasaan negatif, perasaan terganggu, tidak nyaman, khawatir, dan sejenisnya, dalam diri sobat.

Oleh sebab itu kata kerja yang sering digunakan dengan kata ini adalah have, cause, be in.

  • You’re five 30 minutes late. You’re in trouble. – Kamu terlambat 30 menit. Kamu dalam masalah. Kata ini digunakan untuk menegaskan bahwa karena kamu terlambat, kamu berada dalam situasi yang membuatmu merasa tidak enak, tidak nyaman, khawatir, dan sejenisnya.
  • I don’t want to cause any trouble, but this is a serious case. – Saya tidak ingin menimbulkan masalah (dalam pengertian situasi yang menimbulkan perasaan tidak enak dan mengganggu).

Ada kalanya, sobat bisa merujuk pada situasi yang sama menggunakan kedua kata ini, dengan konotasi berbeda dan penekanan berbeda.

  • I have trouble with my printer. Can you have a look at it? – Saya punya masalah (baca: situasi mengganggu yang menimbulkan perasaan tak nyaman) dengan printer saya. Kamu bisa mengecek?
  • I have a problem with my printer. Can you have a look at it? – Saya punya masalah (dan perlu solusi) dengan printer saya. Kamu bisa mengecek?

Semoga membantu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *