Practice vs Habit: Apa Bedanya?

By | October 11, 2019

Sobat pembaca setia, dua nomina yang dibahas kali ini seringkali diartikan sama dalam bahasa Indonesia: kebiasaan. Persis dititik inilah kita sering mengalami kebingungan harus menggunakan yang mana di antara kedua kata tersebut. Nah, sebenarnya, letak perbedaan di antara keduanya adalah intensi atau niat. Coba sobat perhatikan kalimat berikut ini, yang diambil dari salah satu akun tweeter:

  • Korea Young Leaders Dialogue is hoped to build more bridges and habit of dialogue and cooperation between the two countries and beyond.

Kata habit tidak tepat dipakai dalam konteks seperti ini. Alasannya adalah, kata habit, meskipun berarti kebiasaan, sebenarnya merujuk pada kebiasaan yang dilakukan tanpa ada niat melakukannya. Kebiasaan yang sudah terbangun lama. Sesuatu yang sifatnya mekanis. Kebiasaan yang sudah mapan, dan sering kali dilakukan tanpa sadar, dan sulit dihentikan atau dihilangkan. Yang disebut habit, bisa positif, bisa juga negatif.

Misalnya, kalau sobat mempunyai kebiasaan bangun pagi pukul 5.00, itulah habit. Dan ini habit yang positif. Kebiasaan itu sudah terbangun lama sehingga menjadi otomatis, tanpa sobat meniatkannya. Jam biologis tubuh sobat sudah mapan. Setiap jam 5.00 pasti bangun. Contoh lain, ‘ngupil’ di depan umum. Ini juga habit, tapi negatif. Seringkali orang ‘ngupil’ karena spontan saja, seringkali sobat tidak sadar melakukannya.

Nah dalam konteks kalimat di atas, yang namanya dialog, pastilah bukan kebiasaan mekanis, seperti ‘ngupil’ di depan umum itu. Kata yang tepat untuk menggantikan posisi habit adalah practice. Maka, kalimat yang benar adalah:

  • Korea Young Leaders Dialogue is hoped to build more bridges and practice of dialogue and cooperation between the two countries and beyond.

Lalu, apa sih sebenarnya yang disebut practice?

Kata practice, berkebalikan dengan habit, merujuk pada kebiasaan yang dibangun dengan niat dan tentu dilakukan dengan sengaja dan tujuan tertentu. Intensinya jelas, niatnya jelas. Yang disebut practice, ketika dilakukan terus menerus, akan menjadi habit juga, tetapi lazimnya habit yang baik, karena terbangun dari niat dan intensi yang jelas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *