Pot Luck: Luck of the Pot

By | September 6, 2016

Sobat pembaca barangkali sudah pernah mendengar istilah pot luck, entah dari guru atau teman. Ini bukan istilah baru sebenarnya. Menurut catatan, frasa ini pertama kali muncul tahun 1592 dalam sebuah naskah drama panggung berjudul “Summer’s Last Will and Testament”, yang ditulis oleh Thomas Nashe di era Shakespeare.

Istilah ini berasal dari praktik tradisional abad pertengahan di Eropa. Saat itu, orang-orang mempunyai kebiasaan, seperti kita juga sebenarnya, untuk tidak membuang makanan yang tersisa. Sisa makanan ini kemudian dimasukkan ke dalam pot, istilah yang digunakan untuk menyebut wadah atau tempat untuk menyimpan atau memasak makanan. Nah, makanan sisa yang dihangatkan ini lalu diberikan kepada mereka yang kekurangan. Dan ketika ada orang yang membutuhkan datang ke sebuah rumah, pemilik rumah akan membagikan makanan ini supaya si ‘tamu’ ini bisa merasakan ‘luck of the pot’ – keberuntungan yang bersumber dari wadah makanan itu.

Nah, dari kebiasaan inilah makna istilah pot luck berkembang, yakni membawa makanan untuk dibagikan, atau berbagi makanan. Selain itu, ada makna lain yang berkembang, yakni “a meal with no planned menu” – santap bareng tanpa menu yang direncanakan. Tentu tidak direncanakan menunya, namanya saja luck, dan tergantung pada apa yang dimiliki oleh pemilih rumah.

Nah, jaman berkembang, tetapi gagasan tentang berbagi makanan itu tetap tinggal. Kamus online http://dictionary.cambridge.org/dictionary/english/pot-luck?q=potluck mendefinisikan pot luck sebagai “an informal meal where guests bring a different dish that is then shared with the other guests” – acara santap bareng di mana para tamu membawa jenis makanan berbeda-beda dan saling berbagi dengan tamu-tamu lainnya.

Sobat bisa melihat bahwa ide berbagi makanan yang berasal dari abad pertengahan itu masih ada, dengan konteks yang berbeda. Tetapi, tamu yang lain masih bisa juga merasakan ‘keberuntungan’ lewat makanan yang dibawa tamu lainnya. Disebut keberuntungan atau luck karena tamu lain tidak pernah bisa menduga akan mendapat makanan apa dalam acara santap bareng itu. Kalau sobat diundang ke acara potluck supper, sobat dan tamu undangan lain akan membawa makanan sendiri, dan kemudian berbagi dengan yang lain, dan bersantap bersama.

Saat ini istilah ini kadang-kadang dituliskan sebagai satu kata potluck dan berfungsi sebagai ajektiva seperti dalam frasa potluck supper di atas. Nah, bahasa terus berkembang. Istilah ini terutama dalam British English mempunyai makna lain, yakni apapun yang ditemukan secara kebetulan. Coba perhatikan contoh kalimat dari kamus online di atas:

  • We had no idea which hotel would be best, so we just took pot luck with the first one on the list. – Kami tidak tahu hotel mana yang terbaik, maka kami terima saja hotel pertama yang ada dalam daftar.

Referensi:

http://classroom.synonym.com/origin-term-potluck-17245.html

What’s the origin of “potluck”?

http://dictionary.cambridge.org/dictionary/english/pot-luck?q=potluck

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *