Possible vs Probable

By | January 24, 2016

Possible dan probable berfungsi sebagai kata sifat (adjective). Kedua kata ini dalam bahasa keseharian kita biasa diartikan sebagai mungkin, dan dipakai dalam pola kalimat yang berbeda-beda. Coba perhatikan contoh-contoh kalimat berikut ini:

  • It is possible that the innocent-looking guy is actually the real killer. – Adalah mungkin bahwa orang yang tampak tak bersalah itu pembunuh yang sebenarnya.
  • To be the president of Indonesia is possible. – Menjadi presiden Indonesia itu mungkin saja.
  • Graduating from the university this month is hardly probable. – Lulus dari universitas bulan ini hampir-hampir tidak mungkin.

Kalau dalam ketiga contoh kalimat itu possible dan probable diartikan sebagai mungkin, lalu apa sebenarnya perbedaannya? Perbedaan di antara keduanya ada pada tingkat kemungkinannya.

POSSIBLE

Ketika sobat pembaca menggunakan kata ini dalam kalimat, itu berarti bahwa sobat ingin mengatakan bahwa sesuatu itu mungkin terjadi. Dalam hal ini, sobat tidak memikirkan berapa persen kemungkinannya. Anda hanya ingin mengatakan bahwa mungkin saja sesuatu itu akan terjadi.

Ketika sobat mengatakan,”It is possible that I will be a millionaire some day”, Anda sedang mengatakan mungkin saja Anda akan menjadi jutawan. Bicara soal kemungkinan, apapun bisa terjadi. Meskipun kemungkinannya tidak terlalu besar, tetapi mungkin (possible).

PROBABLE

Sobat akan menggunakan kata ini jika sobat melihat bahwa kemungkinan sesuatu itu terjadi LEBIH dari 50%. Ketika sobat mengatakan,”It is probable that it will rain tonight”, sobat sedang mengatakan bahwa kemungkinan turun hujannya LEBIH dari 50%. Tentu ketika sobat pembaca berani mengatakan it is probable, pasti sudah mempertimbangkan beberapa hal.

Coba sobat perhatikan lagi contoh kalimat terakhir di atas: Graduating from the university this month is not probable. Frase not probable – BUKAN not possible – digunakan karena tingkat kemungkinannya TIDAK lebih dari 50%.

Nah, sekarang contoh kalimat kedua kita perluas menjadi: To be the president of Indonesia is possible, but not probable. Kalimat ini menegaskan bahwa menjadi presiden Indonesia itu mungkin saja, tetapi kemungkinannya TIDAK lebih dari 50%.

Maka, sobat tinggal melihat peluangnya saja. Jika sesuatu itu sepertinya tingkat kemungkinannya tak lebih dari 50%, gunakan possible. Menang lotere sebesar 1 miliar, misalnya. Dalam hal ini, kata possible lebih baik. Alasannya, menang lotere sebesar itu peluangnya tak lebih dari 50%, apalagi jika jumlah orang yang ikut serta dalam undian banyak.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *