Pick vs Choose vs Select

By | February 12, 2017

Sobat pasti pernah bertanya-tanya apa sebenarnya persamaan dan perbedaan antara pick, choose, dan select. Ketiganya adalah verba yang dalam bahasa Indonesia sering diartikan ‘memilih’. Tentu ada persilangan makna di antara ketiganya, dan dalam banyak konteks sehari-hari, ketiganya bisa dipertukarkan, meskipun ada sedikit perbedaan dalam hal konotasi. Nah, tulisan sederhana dibuat untuk menjelaskan ketiga kata kerja tersebut.

PICK

Kamus Longman Language Activator (hal. 183) menyebutkan bahwa kata ini berarti memilih sesuatu tanpa berpikir dengan hati-hati tentang pilihan itu. Jadi, kata ini lebih lazim digunakan ketika sobat memilih satu, dua, tiga, atau berapapun dari suatu kelompok secara acak dan spontan. Dan ketika sobat memilih, sobat melakukan itu secara spontan dengan mengikuti naluri, dan tidak memikirkannya secara mendalam.

Misalnya, sobat bayangkan seorang pesulap ingin meminta bantuan salah seorang penonton, dan kemudian memilihnya secara acak. Sang pesulap mungkin saja mempunyai kriteria, tetapi kriteria itu sangat umum, misalnya perempuan. Dan ketika dia memutuskan memilih salah seorang penonton perempuan, ia melakukannya secara spontan.

Atau ketika sang pesulap meminta penonton tersebut untuk mengambil satu kartu dari setumpuk kartu yang disodorkan. Penonton tersebut pasti mengambil kartunya secara acak, dan itu bisa yang manapun. Contoh lain, ketika seorang anak diminta mengambil satu kelereng warna merah dari sekitar sepuluh kelereng yang ada dalam kantong kain. Si anak tidak bisa melihat, dan itu berarti ketika dia mengambil salah satu kelereng, dia melakukannya secara acak.

Atau ketika sobat masuk ke toko dan ingin membeli teh botol. Sobat mengambil satu. Mungkin saja sobat memilih-milih, tetapi toh tak memikirkan secara mendalam mana yang diambil. Nah, dalam konteks semacam inilah kata pick lazimnya digunakan.

  • The magician told me to pick one card out of the pile. – Si pesulap menyuruhku untuk memilih satu kartu dari tumpukan itu.
  • I went into the store, looked around for a while, and picked a bottle of tea. – Saya pergi ke toko itu, lihat-lihat sebentar, dan mengambil (memilih) sebotol teh.
  • I’ll let you pick the movie tonight. I don’t want to see another comedy. – Kamu saja yang pilih filmnya nanti malam. Saya tidak mau nonton film  komedi.

CHOOSE

Masih menurut kamus yang sama, kata ini berarti memilih dari beberapa kemungkinan atau alternatif yang tersedia. Kata ini mengisyaratkan memilih yang terbaik di antara kemungkinan-kemungkinan itu. Sobat sudah memikirkan sisi positif dan negatifnya, atau sisi-sisi lain tergantung hal yang hendak dipilih.

Ketika sobat memilih baju, misalnya, sobat akan mempertimbangkan warna, model, pola, dan yang penting enak dan nyaman dipakai. Ada beberapa alternatif yang tersedia di toko, dan sobat memilih yang terbaik menurut sobat.

Atau ketika sobat memilih cincin pernikahan. Sobat tentu akan memilih yang terbaik setelah mempertimbangkan bentuk, harga, desain, dan lain-lain, yang tentu bersifat personal.

  • Can you help me choose which dress to wear, please? – Tolong bantu saya memilih baju mana yang harus saya pakai.
  • You can choose any subject that you like best. – Kamu boleh pilih mata kuliah yang manapun yang paling kamu sukai.

Hanya kata inilah yang diikuti to infinitive:

  • He chose to live in the suburbs. – Ia memilih untuk tinggal di pinggiran kota. He picked to live (X).

SELECT

Kata ini bernuansa paling formal. Oleh karena itu kata ini tidak banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari. Kamus Longman Language Activator mendefinisikan kata ini sebagai memilih sesuatu dengan memikirkan secara hati-hati mana yang paling baik atau sesuai. Kata ini mengisyaratkan adanya pertimbangan matang dan mendalam. Dalam banyak hal bisa dipertukarkan dengan kata choose, meskipun kata ini sering digunakan untuk situasi-situasi atau konteks yang serius dan membutuhkan pemikiran dan pertimbangan matang.

Proses memilih karyawan, misalnya, kata ini lebih lazim dipakai. Ada standar dan syarat yang harus dipenuhi, dan tentu proses ini membutuhkan pertimbangan serius dan hati-hati. Penerimaan siswa baru yang biasa dilakukan di sekolah-sekolah, misalnya, pasti didasarkan pada pertimbangan yang sungguh-sungguh dan syarat-syarat tertentu. Atau ketika sobat harus memilih sekolah untuk anak. Sobat harus melakukan seleksi dengan pertimbangan serius dan mendalam. Dalam konteks inilah kata ini digunakan.

  • It’s important for parents to select the right school for their children. – Penting bagi orang tua untuk memilih sekolah yang tepat untuk anak-anak mereka.
  • In the US superintendents are also responsible for selecting textbooks for schools. – Di Amerika Serikat Penilik sekolah juga bertanggungjawab memilih buku teks untuk sekolah.

Semoga membantu.

Referensi: Longman, Addison Wesley. 2002. Longman Language Activator. London: Pearson Education Limited.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *