Site icon englishforsma.com

Perbedaan Sound, Voice, dan Noise

Sobat pembaca, kali ini saya ingin membahas tiga kata yang satu sama lain terkait erat: sound, noise, dan voice. Ketiga kata ini mempunyai kedekatan makna, dan sama-sama berkaitan dengan kata suara. Kata sound mempunyai makna yang lebih luas dan umum ketimbang noise dan voice, karena noise dan voice adalah jenis sound.

SOUND

Dalam bahasa Indonesia, sound berarti suara. Sound adalah segala sesuatu yang kita dengar dan sampai ke telinga. Suara musik, gemericik air, kicauan burung, ledakan dinamit, dan apapun yang sobat pembaca dengar itu tergolong sound. Pendek kata, sound adalah sensasi (pengalaman atau rasa yang dialami/diterima oleh telinga kita).

VOICE

Voice juga diartikan sebagai suara dalam bahasa Indonesia. Tetapi, suara yang dimaksud di sini adalah suara yang dihasilkan manusia ketika mereka berbicara/bernyanyi, BUKAN sensasi yang diterima oleh telinga. Jelasnya begini. Ketika sobat pembaca membuka mulut, entah berbicara, bernyanyi, atau bahkan berteriak, sobat menghasilkan apa yang disebut voice. Jadi, secara sederhana, yang disebut voice adalah suara sebagai hasilTetapi, ketika telinga sobat pembaca menerima sensasi tertentu yang ada dalam voice itu, entah sobat sukai atau tidak, sensasi itu tetap disebut sound. Coba perhatikan kalimat berikut ini:

NOISE

Noise secara khusus berarti sound yang tidak menyenangkan di telinga, suara yang mengganggu, dan biasanya keras. Suara anak berteriak-teriak, suara kelas ribut, atau suara mesin bergemuruh yang mengganggu termasuk noise.

Silakan tonton versi visualnya di sini:

Exit mobile version