Event, Incident, dan Accident: Perbedaan

By | December 10, 2015

Kali ini saya ingin menyapa kembali sobat pembaca setia englishforsma.com dengan mengangkat pertanyaan ini: apa sebenarnya perbedaan antara event, incident, dan accident? Cukup banyak orang – terutama mereka yang sedang belajar bahasa Inggris – mengalami kesulitan membedakan ketiganya. Betapa tidak, tiga kata tersebut  memang masih mempunyai ikatan saudara, alias mempunyai kemiripan makna.

EVENT

Dalam bahasa Indonesia, event biasa diartikan sebagai peristiwa. Segala kejadian, baik yang direncana maupun tidak, terutama kejadian penting dan tidak biasa, itu disebut event. Konser musik, olimpiade dunia, kunjungan presiden, kecelakaan pesawat, gunung meletus,  itu semua termasuk event. Berikut adalah contoh penggunaan kata event dalam kalimat:

  • The explosion of a nuclear reactor at Chernobyl in 1986 was one of the most shocking catastrophic events in history. – Ledakan reaktor nuklir di Chernobyl tahun 1986 adalah salah satu peristiwa bencana besar dalam sejarah.
  • Chicago Jazz Festival is a great music event. – Festival Jazz Chicago adalah event musik yang luar biasa.

Kata event lebih luas dan umum cakupan maknanya daripada kedua kata lain. Kedua kata yang lain – incident dan accident – bisa disebut sebagai specific events, peristiwa-peristiwa khusus. Karena khusus, peristiwa-peristiwa tersebut diberi sebutan berbeda.

INCIDENT

Kata ini merujuk pada specific event, peristiwa khusus. Incident adalah peristiwa-peristiwa tidak terduga dan tidak diinginkan – bisa direncanakan maupun tidak – tetapi unik, khas, sekaligus berbeda dari kejadian-kejadian umum lain yang terjadi di sekitarnya. Incident adalah peristiwa yang lazimnya terjadi di tengah-tengah peristiwa lain, dan oleh karenanya seringkali menarik perhatian banyak orang.

Sobat pembaca kiranya masih ingat berita tentang Madona yang jatuh terpeleset di atas panggung akibat menginjak pakaiannya sendiri? Itulah incident. Dibandingkan kejadian-kejadian lain yang terjadi selama konser musik – misalnya, penonton bertepuk tangan, penonton ikut menyanyi sambil mengangkat tangan, penyanyi melantunkan lagu sambil bergoyang – penyanyi jatuh terpeleset di atas panggung tentu sangat menyolok, unik, khas, berbeda.

Atau coba bayangkan sobat pembaca menghadiri konser Lady Gaga. Lady Gaga sudah menyanyikan 8 lagu, dan di tengah-tengah lagu ke sembilan, tiba-tiba listrik mati selama 5 menit. Penonton resah dan mulai mengeluarkan umpatan-umpatan kekecewaan. Listrik mati selama konser – meskipun limat menit – tentu peristiwa yang tak lazim dan tak biasa dibandingkan kejadian lain selama konser. Itulah incident yang sudah pasti menarik perhatian banyak orang.

Penembakan massal yang terjadi di sebuah SMA di Amerika Serikat juga termasuk incident. Peristiwa ini tidak terduga dan tidak diinginkan (dilihat dari sisi korban), tetapi direncanakan (oleh pelaku). Contoh lain adalah tragedi 11 September, yang sudah pasti tidak terduga dan tidak diinginkan, tetapi direncanakan.

ACCIDENT

Makna kata ini kadang-kadang tumpang tindih dengan kata incident. Makna kata incident lebih umum, accident lebih spesifik. Artinya, secara teknis semua accident itu bisa disebut incident, tetapi tidak semua incident bisa disebut accident. Jelasnya bagaimana? Kita lihat kembali contoh-contoh yang diberikan di atas.

Bagaimana dengan Madonna yang jatuh terpeleset di atas panggung? Apakah itu bisa disebut accident? Tentu saja bisa. It was indeed an accident, karena memang tidak direncanakan.

Bagaimana dengan listrik mati di konser Lady Gaga? Tentu itu bisa disebut accident, karena memang tidak direncanakan, tidak disengaja.

Lalu, apakah peristiwa penembakan dan tragedi 11 September itu bisa disebut accident? Dua contoh ini TIDAK BISA disebut accident, karena peristiwa-peristiwa ini sudah direncanakan sebelumnya oleh pelaku. Maka, peristiwa-peristiwa ini HANYA BISA disebut incident.

Semoga membantu.

Author: Admin

Hi, I am Widi. I am an English teacher, blogger, translator, workshop facilitator, writing addict, and photography enthusiast, living in Yogyakarta. I teach, I write, therefore I am.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *