Perbedaan Cut, Slice, Chop, Mince, dan Dice

By | December 5, 2015

Kelima kata tersebut semuanya melibatkan aktivitas memotong. Di antara kelimanya, kata cut mempunyai pengertian paling umum. Artinya, keempat kata yang lain mengandung pengertian memotong (cut). Secara sederhana slice, chop, mince, dan dice adalah bentuk-bentuk atau jenis-jenis dari aktivitas memotong atau cut.  Mari sobat kita cermati satu per satu. Cekidot!

CUT

Cut berarti memotong. Cut secara umum merujuk pada segala aktivitas yang tujuannya adalah memotong sesuatu hingga terpisah menjadi dua atau beberapa bagian, menggunakan alat berbilah tajam (meskipun cut juga bisa berarti memotong obyek tanpa memisahkan obyek tersebut menjadi bagian-bagian).

Misalnya, memotong rumput dengan gunting tanaman, memotong kain dengan gunting, memotong kayu dengan kapak atau pemotong kayu lain. Karena cut bermakna umum, kata ini kadang-kadang tidak bisa mendeskripsikan sebuah aktivitas memotong secara akurat, meskipun makna umumnya tertangkap. Nah, kalau sobat menginginkan makna yang lebih akurat, sobat bisa menggunakan beberapa pilihan kata berikut ini:

SLICE

Slice secara khusus berarti memotong sebuah obyek menjadi bagian-bagian yang tipis, pipih, dan cenderung lebar. Coba sobat bayangkan memotong daging atau roti dengan pisau tajam menjadi irisan-irisan tipis, pipih, dan lebar. Dalam konteks seperti inilah kata slice digunakan.

Sobat juga bisa menggunakan kata slice untuk mendeskripsikan aktivitas memotong apel atau jeruk dengan bilah tajam (biasanya pisau) menjadi beberapa bagian yang pipih, relatif tipis, dan lebar (kelebarannya tentu tergantung obyek yang dipotong).

Hasil potongannya juga disebut dengan slice. Hanya saja, slice dalam hal ini berfungsi sebagai kata benda (noun). Perhatikan contoh kalimat berikut:

  • My sister has sliced the red apple so that everybody can eat it easily. – Adikku memotong apel merah itu (menjadi beberapa potong tipis dan pipih) supaya semua  bisa makan dengan mudah.
  • Mom sliced the carrot before cooking.

CATATAN: Barangkali, slice lebih tepat diartikan sebagai mengiris.

CHOP

Chop juga berarti memotong. Tetapi, chop mempunyai makna yang lebih spesifik, yakni memotong sebuah obyek menjadi potongan-potongan kecil dengan ukuran dan bentuk tidak beraturan, karena dianggap tidak perlu, atau memang obyek yang hendak dipotong tidak mungkin dipotong dalam bentuk dan ukuran yang beraturan. Misalnya, kalau sobat pembaca ingin memasak sop, dengan potongan-potongan kecil wortel dengan ukuran dan bentuk tak beraturan, You chop a carrot.

Kayu juga bisa dipotong dengan cara ini, khususnya jika sobat pembaca menggunakan kapak dan ingin memotong kayu menjadi kayu bakar. Kalau sekadar mau dipakai sebagai kayu bakar, bentuk dan ukuran potongan tidak lah penting. Maka, You can chop wood with an axe.

Jika sobat memotong seledri (celery), kata chop tepat digunakan karena sobat tidak mungkin – juga tidak perlu – memotong seledri dengan bentuk dan ukuran seragam dan beraturan.

MINCE

Mince sama artinya dengan chop, hanya saja ukuran potongannya lebih kecil dari chop. Maka, You can chop as well as mince celery or carrots. Kata ini barangkali lebih tepat diartikan sebagai merajang dalam bahasa Indonesia. Tentu, kata ini tidak bisa diterapkan pada obyek-obyek yang relatif besar. Kayu, misalnya. Dan kiranya, seandainya bisa pun, hal itu sama sekali tidak perlu. Maka, I think you cannot mince wood.

Mince barangkali lebih tepat diartikan sebagai merajang lembut/halus.

DICE

Jika sobat pembaca ingin memasak, dan membutuhkan potongan-potongan sayuran tertentu (misalnya, wortel) berbentuk kubus, sobat pembaca bisa memotong sayuran tersebut dengan cara men-dice sayuran tersebut, yakni memotong sebuah obyek menjadi potongan-potongan kecil berbentuk kubus dengan bentuk dan ukuran relatif sama.

Demikian sobat pembaca perbedaan antara cut, slice, chop, mince, dan dice. Semoga bermanfaat.

Author: Admin

Hi, I am Widi. I am an English teacher, blogger, translator, workshop facilitator, writing addict, and photography enthusiast, living in Yogyakarta. I teach, I write, therefore I am.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *