Live vs Alive vs Living: Pahami Bedanya!

By | April 11, 2018

Salam jumpa lagi sobat pembaca englishforsma.com. Topik bahasan kita kali ini adalah tiga kata yang mempunyai kedekatan makna tetapi berbeda konotasi, yakni live, alive, dan living. Kata pertama bisa berfungsi sebagai verba dan ajektiva, kata kedua hanya sebagai ajektiva, dan kata ketiga berfungsi sebagai ajektiva. Ketiganya sering diartikan hidup. Pada titik inilah kerancuan terjadi. Mari kita bahas satu per satu.

LIVE 

Sebagai verba, kata live berarti hidup, tinggal (di suatu tempat), atau menjalani cara hidup tertentu. Untuk mengatakan “Saya tinggal di Yogya”, sobat bisa mengatakan “I live in Yogyakarta“. Kalau sobat ingin mengatakan,”Beberapa selebriti menjalani kehidupan sederhana”, sobat bisa mengatakan “Some celebs live a simple life“. Sebagai verba, tidak ada yang membingungkan dengan kata ini.

Kata live sebagai ajektiva dilafalkan [laɪv]Kamus online Merriam-Webster menyebutkan bahwa salah satu arti kata live adalah ‘having life‘ – hidup, bernyawa, mempunyai energi hidup, tidak mati. Jadi, makna pertama kata tersebut adalah hidup dalam pengertian “bernyawa”. Kalau sobat menyebut live chicken/bacteria/plants, misalnya, itu berarti sobat sedang berbicara tentang ayam/bakteri/tumbuhan yang hidup, punya energi hidup, dan tidak dalam keadaan mati.

Dalam konteks ini dan dengan makna ini, kata ini lazim digunakan untuk mendeskripsikan binatang atau tumbuhan, BUKAN orang. Oleh karena itu, frasa a live person TIDAK lazim (karena ketika sobat menyebut atau menggunakan kata ini, secara implisit itu mengisyaratkan sobat sedang bicara tentang orang hidup, bukan orang mati), KECUALI sobat sedang membuat perbandingan: “The automated call center is frustrating because the wait is long. I’d prefer to get to talk to a real live person” – Call center otomatis (maksudnya menggunakan mesin penjawab dengan suara yang sudah direkam) bikin frustasi karena nunggunya lama. Saya pilih bicara dengan orang hidup sungguhan.” Frasa a live person dalam kalimat tersebut digunakan untuk memberi penegasan karena sobat sedang membandingkannya dengan mesin penjawab.

Perlu digarisbawahi bahwa ajektive live selalu bertindak sebagai attributive adjective, yakni ajektiva yang diletakkan persis sebelum kata benda yang dijelaskan: live chickens, live bacteria, live plants, dan tidak pernah bertindak sebagai predicative adjective, yakni kata sifat yang diletakkan setelah be (is, am, are, was, were), seem, look, atau become.

  • My mom bought five live chickens. – Ibu membeli lima ekor ayam hidup (maksudnya bukan ayam yang sudah dipotong). The five chickens are live (X).
  • To make yogurt, you need live bacteria. – Untuk membuat yogurt, Anda memerlukan bakteri hidup. The bacteria are live (X).
  • I need to buy live indoor plants. – Saya perlu beli tanaman indoor hidup (maksudnya bukan plastik). 
  • Some artists prefer to draw from observation of a live model. – Beberapa seniman lebih suka menggambar berdasarkan observasi terhadap model hidup (maksudnya manusia beneran, bukan patung).

Kata ini juga sering dipakai untuk berbicara tentang aktivitas, peristiwa, pembicaraan, siaran, atau apapun itu yang dilakukan secara langsung, bukan hasil rekaman. Kalau sobat pergi menonton konser, menyaksikan pemusik dan penyanyinya di atas panggung secara langsung, itu namanya live concert, atau live performance. Kalau sobat sedang menyaksikan siaran pertandingan sepak bola secara langsung real time di tv, bukan rekaman, itu namanya live soccer match. Kalau sobat melakukan pembicaraan langsung dengan salah seorang di bagian customer service secara langsung di telepon, itu namanya live conversation.

ALIVE

Kata ini dilafalkan [ə-ˈlīv]. Kata ini mempunyai arti yang sama dengan ajektiva live. Kamus online Merriam-Webster memberikan definisi berikut: having life. not dead. Sama kan? Perbedaannya, ajektiva ini selalu berfungsi sebagai predicative adjective, dan diletakkan setelah be (is, am, are, was, were), look, seem, become.

  • My mom bought five live chickens. The chickens are alive. – alive chickens (X)
  • To make yogurt, you need live bacteria. The bacteria are alive. – alive bacteria (X)
  • I need to buy live indoor plants. The indoor plants are alive. – alive indoor plants (X)
  • Some artists prefer to draw from observation of a live model. The model is alive. – alive model (X)

Kata ini juga sering digunakan untuk mengatakan bahwa sesuatu itu hidup, bukan dalam pengertian bernyawa, tetapi dalam pengertian (masih) ada, aktif: Let’s keep hope alive – Mari kita jaga agar harapan tetap hidup (maksudnya tetap ada). Dalam hal ini, ajektiva live tidak bisa digunakan: Let’s keep hope live (X).

LIVING

Kata ini, selain berfungsi sebagai nomina atau bentuk verba -ing, juga berfungsi sebagai ajektiva. Dari sisi makna, sebenarnya kata ini juga mempunyai arti yang sama dengan dua kata sebelumnya. Tetapi, secara khusus kata ini digunakan untuk memberi PENEGASAN bahwa sesuatu atau seseorang SEKARANG masih hidup: alive NOW. Yang dimaksud hidup di sini bisa dalam pengertian bernyawa, tetapi juga dalam pengertian ada dan aktif.

Sobat pasti sering mendengar frasa-frasa berikut ini: living legend (maksudnya seseorang yang langendaris dan SEKARANG masih hidup), living language (bahasa yang SEKARANG masih hidup, ada, dan aktif digunakan), living relative (kerabat yang SEKARANG masih hidup), living author (penulis yang SEKARANG masih hidup), living tradition (tradisi yang SEKARANG masih hidup).

Apakah kita bisa mengatakan live legend, misalnya? atau live relative, karena jelas-jelas bahwa mereka hidup? The legend is alive, the relative is alive. Bisa saja, TETAPI dengan penekanan berbeda!

  • A living legend: penekanan pada fakta bahwa SEKARANG masih hidup, dan TIDAK melawankannya dengan yang mati.
  • A live legend: legenda hidup (secara implisit menegaskan BUKAN yang mati).

Semoga membantu

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *