Later vs Latter: Perbedaan

By | December 12, 2016

Sobat pembaca englishforsma.com, kedua kata yang kita bahas kali ini, later dan latter, adalah dua kata yang memang benar-benar berbeda, dan tak ada kedekatan makna sama sekali. Yang pertama bisa berfungsi sebagai adverbia atau ajektiva, tetapi kata yang kedua adalah ajektiva. Tetapi, karena ejaan antara kedua kata ini hampir sama, banyak pembelajar bahasa Inggris sering mengalami kesulitan membedakan keduanya.

LATER

Kata ini bisa berfungsi sebagai adverbia atau ajektiva. Baik sebagai adverbia aupun ajektiva, kata ini selalu terkait dengan waktu. Sebagai adverbia, kata ini berarti ‘nanti’ atau ‘kemudian’ tergantung konteksnya. Kamus Cambridge Dictionary dengan jelas menyebutkan bahwa kata ini berarti ‘happening at a time in the future’. Artinya, kalau sobat ingin mengatakan bahwa sesuatu akan terjadi suatu saat nanti di masa depan, entah kapan tidak disebutkan secara spesifik, sobat silakan gunakan kata ini. Yang dimaksud ‘future’ dalam hal ini selalu dibandingkan dengan titik waktu tertentu.

  • I’ll come back and pick you up later. I promise. – Saya akan kembali dan menjemputmu nanti. Saya janji. Titik waktu patokannya – yang secara implisit disebutkan – adalah sekarang karena pembicara berbicara langsung saat ini, sekarang ini. Dan yang dimaksud ‘nanti’ adalah suatu saat nanti (secara umum, tidak spesifik) dari titik waktu saat ini ketika janji untuk kembali dan menjemput itu diucapkan.
  • Yes, he was arrested that day, but five days later we was released. – Ya, dia ditahan hari itu, tetapi lima hari kemudian dia dilepaskan. Titik waktu patokannya adalah saat dia ditahan itu. Dan yang dimaksud nanti atau kemudian adalah lima hari setelah titik waktu penahanan. Sobat bisa melihat bahwa yang dimaksud ‘future’ di sini adalah waktu setelah saat penahanan.
  • You can change the password later. – Kamu bisa mengubah kata sandinya nanti.

Sebagai ajektiva, kata ini juga mempunyai arti yang sama. Hanya saja, kata ini diletakkan sebelum kata benda yang dijelaskan.

  • Don’t worry, we could catch a later bus. – Jangan khawatir, kita bisa naik bus yang kemudian. Sobat mesti memahami bahwa yang dimaksud bukan bus berikutnya persis setelah bus yang mereka lewatkan, tetapi bus manapun yang nanti bisa mereka naiki.

LATTER

Aturan baku menyebutkan bahwa kata ini digunakan untuk merujuk pada yang kedua dari dua hal (orang/benda) yang disebutkan. Tetapi, dalam keseharian, banyak orang juga menggunakan kata ini untuk merujuk pada yang terakhir dari beberapa hal yang disebutkan (lebih dari dua). Dengan makna ini kata ini sering digunakan dengan kata the, membentuk frasa nomina the latter.

  • You can go either by train or by bus, but I definitely choose the latter. – Kamu bisa pergi naik kereta atau bus, tetapi saya pasti memilih yang kedua (maksudnya naik bus).
  • Jack and Henry were both heroes but only the latter is remembered today. – Jack dan Henry adalah pahlawan tetapi hanya yang kedua maksudnya Henry) yang diingat hari ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *