Site icon englishforsma.com

Hungry vs Starving: Apa Bedanya?

Sobat pembaca setia, pokok bahasan kali ini adalah dua ajektiva, yang dalam bahasa Indonesia keduanya diartikan lapar, baik dalam arti harafiah maupun kiasan. Apa bedanya? Kapan kita menggunakan hungry dan dalam situasi apa menggunakan starving? Mari kita bahas masing-masing kata.

HUNGRY

Menurut kamus Merriam Webster ajektiva ini diartikan “feeling an uneasy pain or sensation from lack of food” – merasakan sakit atau sensasi tak nyaman akibat kurang makanan (di perut). Secara singkat, lapar. Makna lapar ajektiva ini bisa harafiah bisa juga kiasan. Makna harafiah jelas merujuk pada lapar akan makanan. Kalau sobat terlambat makan, sobat akan merasa lapar dalam pengertian ini. Makna kiasan merujuk pada lapar akan hal lain, misalnya lapar akan pujian, uang, cinta, kasih sayang, dan lain-lain. Dalam pengertian kiasan, kata ini berarti menginginkan (sesuatu).

Pertanyaannya, dalam situasi apa penutur asli menggunakan kata ini, dan bukan kata satunya? Penutur asli akan menggunakan ajektiva ini jika tingkat laparnya biasa-biasa saja. Ya lapar, tetapi tidak lapar sekali.

STARVING

Kata ini juga termasuk dalam kategori ajektiva atau kata sifat. Dalam bahasa Indonesia juga diartikan lapar, baik dalam pengertian harafiah maupun kiasan. Makna harafiah, seperti halnya kata hungry, merujuk pada rasa lapar akan makanan. Sementara itu, makna kiasan kata ini juga merujuk pada lapar akan hal-hal lain, seperti pujian, kasih sayang, cinta, uang, dan lain-lain.

Dalam situasi apa penutur asli menggunakan kata ini? Penutur asli memilih untuk menggunakan kata ini jika tingkat laparnya melebihi normal. Dengan kata lain, ketika kita sangat lapar, seperti kalau Andatidak makan seharian.

Exit mobile version