Hear vs Overhear: Sama atau Beda?

By | August 15, 2022

Sobat barangkali pernah bertanya-tanya, apakah dua verba ini dapat saling menggantikan atau masing-masing digunakan dalam konteks berbeda. Jawabannya adalah, kata hear bermakna lebih umum, sementara overhear dipakai dalam konteks yang spesifik. Dengan kata lain, kata overhear adalah bagian dari hear. Mari kita bahas masing-masing kata.

HEAR

Kata ini dipakai ketika sobat mendengar (bukan mendengarkan) sesuatu tanpa bermaksud melakukannya. Sobat mendengar sesuatu murni karena indera pendengaran masih berfungsi dengan baik. Jadi, tidak ada niat atau intensi apapun di dalamnya. Dalam hal ini, kata hear tentu berbeda dengan listen (to), yang mengisyaratkan niat atau intensi untuk mendengarkan sesuatu.

Misalnya, ketika sobat berjalan-jalan di Malioboro, Yogyakarta, sobat bisa mendengar apapun yang ada di sekitar Anda, tanpa berniat untuk melakukannya. Suara sepeda motor, kuda jalan, mesin mobil, orang sedang bercakap-cakap, klakson, orang bersiul, musik. Pendeknya, suara apapun bisa ditangkap oleh telinga sobat – bahkan mungkin secara bersamaan – karena indera pendengaran sobat bekerja dengan baik tanpa ada niat untuk melakukannya.  Jika sobat kemudian fokus pada salah satu suara saja yang menarik perhatian, itu artinya sobat punya niat atau intensi. Dalam hal ini kata listen (to) digunakan.

  • I heard the sound of passing cars and galloping horses. – Saya mendengar suara mobil-mobil lewat dan kuda-kuda yang sedang berjalan santai.
  • I was sitting on a bench in the park when suddenly I heard a loud scream. – Saya sedang duduk di bangku di taman kota ketika tiba-tiba saya mendengar teriakan keras.
  • I have a kid, 9 months old, and yesterday was the first time I heard him say mama. – Saya punya anak, 9 bulan, dan kemarin adalah pertama kalinya saya mendengar dia mengatakan mama.

Dalam tiga contoh kalimat tersebut, kata hear diartikan sebagai mendengar dalam pengertian menerima suara (apapun itu) dengan indera pendengaran kita.

OVERHEAR

Makna dasar dari kata ini sama dengan kata hear, mendengar tanpa ada niat atau intensi. Hanya saja, kata ini dipakai dalam konteks spesifik, yaitu ketika sobat mendengar orang mengatakan sesuatu atau suatu percakapan tanpa sengaja dan tanpa sepengetahuan pembicara, dan tidak bisa dipakai dalam konteks lain. Kamus Cambridge Dictionary jelas menyebutkan bahwa kata ini berarti,”to hear what other people are saying without intending to and without their knowledge.” – mendengar apa yang dikatakan orang tanpa ada niat untuk melakukan itu dan di luar pengetahuan pembicara. Jadi jelas, verba overhear digunakan hanya ketika kita berbicara tentang percakapan atau orang mengatakan sesuatu.

Dalam tiga contoh kalimat dalam penjelasan tentang kata hear di atas, kata overhear tidak bisa dipakai untuk menggantikan verba hear dalam dua contoh pertama. Mengapa? Ya karena kedua kalimat tersebut bukan soal percakapan atau orang mengatakan sesuatu. Untuk contoh kalimat ketiga, kata hear bisa digantikan oleh overheard, dan bermakna sama.

  • I overheard my crush say to a friend of hers that she liked me. – Saya mendengar orang yang saya taksir mengatakan sesuatu kepada seorang temannya bahwa dia menyukai saya.
  • Bonny might have overheard me talking about him with her girlfriend. That may be the reason why he has stopped talking to me. – Bonny bilang dia mendengar tanpa sengaja saya membicarakan dia dengan pacarnya. Mungkin itu alasannya mengapa dia berhenti berbicara dengan saya.
  • I overheard a guy sitting behind me say something rude. – Saya mendengar seseorang yang duduk di belakang saya mengatakan sesuatu yang kasar.
Author: Noeg

English teacher, blogger, translator, workshop facilitator, writing addict, and photography enthusiast, living in Yogyakarta. I teach, I write, therefore I am.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

four × 5 =