Global vs International

By | April 13, 2016

Dua kata ini, global dan international, mempunyai pengertian berbeda, dan oleh karena itu tidak bisa dipertukarkan, meskipun mempunyai keterkaitan dan persilangan konsep. Mari kita bahas satu per satu.

GLOBAL

Kata ini adalah bentuk kata sifat (adjective) dari kata globe, yang berarti bola dunia atau bumi, dan digunakan untuk menerangkan bahwa sesuatu terjadi di hampir seluruh dunia atau sesuatu itu melibatkan seluruh dunia, atau sekedar menjelaskan bahwa sesuatu itu terkait dengan dunia secara keseluruhan.

Misalnya, sobat pasti akrab dengan istilah global warming. Kata ini dipakai untuk menunjukkan bahwa gejala peningkatan temperatur udara bumi terjadi di mana-mana di seluruh penjuru dunia. Kata international  tentu tidak bisa digunakan di sini.

Contoh lain, misalnya global population. Frase ini mengacu pada populasi atau penduduk seluruh dunia. Atau istilah global village, yang sering dipakai untuk menjelaskan betapa dunia yang luas ini seolah telah menjadi satu desa besar karena perkembangan teknologi informasi. Ketika sebuah perusahaan go global, itu berarti perusahaan tersebut mempunyai cabang di begitu banyak negara, dan produknya didistribusikan ke seluruh dunia, tidak hanya ke satu atau dua negara saja. Perhatikan beberapa contoh kalimat berikut:

  • The Internet is a global communication network. – Internet adalah jaringan komunikasi global.
  • Nations around the globe should work hand in hand to create global peace. – Bangsa-bangsa di seluruh dunia harus bekerja bergandengan tangan untuk menciptakan perdamaian dunia.

 INTERNATIONAL

Kata ini adalah kata sifat (adjective), yang berarti antar bangsa atau melibatkan lebih dari satu bangsa. Kata ini digunakan ketika sobat ingin menjelaskan bahwa sesuatu itu melibatkan dua atau lebih negara atau bangsa. Ketika seorang penyanyi Indonesia di kenal di satu atau dua negara lain, itu sudah cukup untuk mengatakan bahwa ia seorang international star.

Ketika sebuah universitas menjalin hubungan dengan satu universitas di negara lain, itu berarti universitas tersebut menjalin international relation, bukan global relation. Dan ketika mahasiswanya mampu memperluas wawasan karena relasi ini, bisa dikatakan mahasiswa tersebut mempunyai international horizon.

Contoh lain, misalnya, ketika sebuah negara terlibat dalam perdagangan dengan sebuah negara lain, itu juga sudah cukup untuk mengatakan negara tersebut menjalin kerjasama international trade atau perdagangan international, bukan global trade, yang mengacu pada perdagangan yang melibatkan semua atau hampir semua negara di dunia. Sobat kiranya sudah akrab dengan istilah international airport, yakni bandara yang tidak hanya dibuka untuk penerbangan domestik tetapi juga penerbangan dari dan ke negara lain.

Semoga membantu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *