Fly vs Glide vs Float: Pahami Bedanya!

By | May 3, 2022

Sobat pembaca, tiga verba yang kita bahas kali ini merujuk pada bagaimana suatu objek bergerak di udara. Jadi, ketiganya mempunyai makna dasar yang sama, tetapi dipakai dalam situasi yang berbeda. Mari kita bahas satu per satu.

FLY

Verba ini bisa berfungsi sebagai verba transitif (membutuhkan objek) dan intransitif (tidak memerlukan objek). Kata ini, seperti kata-kata lain dalam bahasa Inggris, mempunyai banyak arti, tergantung konteks penggunaanya. Secara umum, sebagai kata kerja intransitif kata ini diartikan terbang atau menerbangkan dalam bahasa Indonesia. Kamus mendefinisikan verba ini sebagai berikut: “move through the air using wings” – bergerak di udara menggunakan sayap. Kamus online Merriam Webster memberikan definisi yang mirip: “to move in or pass through the air with wings” – bergerak atau melewati udara dengan sayap.

Meskipun dalam dua definisi tersebut tidak disebutkan, ada pengertian yang secara tersirat ada dalam kata ini, yaitu tujuan (purpose), arah (direction) yang jelas, dan apapun atau siapapun yang melakukan ini mempunyai kendali atas gerakan mereka sendiri. Bayangkan seekor kupu-kupu terbang. Si kupu-kupu mempunyai kendali atas gerakan dan arahnya. Mau terbang ke mana, berapa lama, hendak hinggap di mana, si kupu-kupu sendiri yang memutuskan. Demikian juga dengan burung dan pesawat, bahkan Superman!

  • People were shocked to hear that a plane was accidentally shot down while it was flying to Sidney. – Orang terhenyak mendengar sebuah pesawat tertembak jatuh ketika sedang terbang ke Sidney.
  • My garden is full of butterflies that fly around from flower to flower. – Kebun saya dipenuhi kupu-kupu yang terbang berkeliling dari satu bunga ke bunga lain.
  • A fighter plane was flying low just a few meters above the ground. – Sebuah pesawat tempur terbang rendah hanya beberapa meter dari permukaan tanah.

GLIDE

Sebenarnya verba glide tidak hanya digunakan untuk menggambarkan objek yang bergerak di udara, tetapi juga di darat bahkan di laut. Kamus Merriam Webster menyebutkan bahwa verba ini berarti “to move smoothly, continuously, and effortlessly” – bergerak (di udara, di darat, maupun di permukaan air) dengan mulus, terus-menerus, dan mudah ringan tanpa susah payah.

Contoh yang paling mudah adalah ketika sebuah pesawat mendekati bandara. Pesawat turun dengan kecepatan konstan, terus-menerus, mulus, ringan seolah tanpa usaha apapun. Gerakan seperti inilah yang disebut glide. Atau kalau sobat suka melakukan skateboarding di jalan sepi, verba ini juga bisa digunakan. Kalau sobat bergerak di atas skateboard dengan kecepatan konstan, mulus dan lancar, dan ringan dan mudah tanpa susah payah, itulah glide.

  • I was gliding on my skateboard on the quiet street in my neighborhood. – Saya meluncur di atas skateboard di jalan sepi di lingkungan saya.
  • A bird was gliding effortlessly across the blue sky. – Seekor burung meluncur ringan melintasi langit biru.
  • The plane was gliding above the houses and office buildings towards the airport. – Pesawat meluncur di atas rumah-rumah dan bangunan-bangunan kantor menuju bandara.

FLOAT

Verba ini sering diartikan mengapung, artinya bergerak di atas permukaan air tanpa tenggelam. Bayangkan perahu kertas atau daun kering yang bergerak di permukaan air mengikuti arus tanpa tenggelam seolah-olah dua objek tersebut ditopang oleh air. Suatu objek akan mengapung jika massa jenis objek lebih kecil daripada massa jenis air.

Prinsip yang sama bisa juga diterapkan pada udara. Udara sebenarnya juga seperti air. Maka, jika massa jenis suatu objek lebih kecil daripada massa jenis udara di sekitar objek tersebut akan mengambang di udara dan tidak jatuh. Oleh karena itu, kata float bisa digunakan untuk mendeskripsikan objek yang mengambang di udara. 

Sebenarnya secara teknis pesawat terbang itu mengambang (float) di udara. Tetapi dalam komunikasi sehari-hari kita tidak mengatakan planes float, tetapi fly, karena punya arah yang jelas, kemampuan untuk mengendalikan dirinya, dan berkecepatan tinggi. Verba float lebih lazim digunakan untuk objek yang bergerak lambat secara acak mengikuti arus udara seperti daun kering, kertas, bulu burung, debu, balon, gelembung sabun, awan, dan lain-lain.

Verba ini lazimnya digunakan untuk menggambarkan objek yang bergerak lambat dan ringat horisontal di udara mengikuti arus udara atau objek yang sekedar melayang tanpa berpindah tempat, atau hampir-hampir tidak berpindah tempat.

  • A magician knows how to make a stick float. – Seorang pesulap tahu bagaimana membuat sebuah tongkat melayang di udara. 
  • A helium balloon floats in the air because it is lighter than the air around it. – Balon helium mengambang di udara karena lebih ringan daripada udara sekitarnya.
  • It is fun to watch soap bubbles floating at random in the air. – Menyenangkan menonton gelembung sabun melayang-layang acak di udara.

Author: Noeg

English teacher, blogger, translator, workshop facilitator, writing addict, and photography enthusiast, living in Yogyakarta. I teach, I write, therefore I am.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

4 − one =