Flip vs Renovate vs Remodel: Cermati Bedanya!

By | April 17, 2022

Sobat pembaca, 3 verba yang kita bahas kali ini – flip, renovate, dan remodel – sangat lazim digunakan dalam konteks bisnis properti, secara khusus perbaikan atau perombakan sebuah rumah. Meskipun ketiga verba mempunyai pengertiannya masing-masing, verba flip adalah yang paling unik. Dua kata yang lain, renovate dan remodel sering kali dipertukarkan dalam praktik sehari-hari, kendati ada perbedaan mendasar di antara keduanya. Mari kita bahas satu per satu.

FLIP

Di luar konteks bisnis properti, verba ini mempunyai beberapa makna. Tentu kita tidak akan mendiskusikan makna-makna itu karena tulisan ini hanya fokus pada konteks properti. Kamus online Merriam Webster menyebutkan bahwa kata ini berarti  “buy and usually renovate (real estate) so as to quickly resell at a higher price” – membeli dan biasanya merenovasi properti (tanah dan rumah) dengan tujuan menjual kembali dengan cepat dengan harga lebih tinggi.

Dari definisi tersebut jelas bahwa dalam verba ini terkandung pengertian membeli properti, memperbaikinya, dan menjualnya untuk memperoleh keuntungan.

  • We made money by flipping houses. – Kami mencari nafkah dengan membeli rumah, memperbaikinya, dan menjualnya.
  • On average, we flip five houses a month. – Rata-rata, kami membeli 5 rumah, memperbaikinya, dan menjualnya dalam sebulan.
  • We had done different jobs for a living, but then we ended up flipping houses. – Kami sudah melakukan macam-macam pekerjaan untuk mencari nafkah, tetapi akhirnya kami membeli, memperbaiki, dan menjual rumah.

RENOVATE

Kata renovate berarti membuat sesuatu baru kembali. Bentuk nominanya adalah renovation. Lazimnya kata ini berkaitan dengan perubahan-perubahan kecil yang tidak menyolok. Jadi, perbaikan hanya dilakukan pada bagian-bagian tertentu saja. Contohnya, mengganti atau memperbaiki sistem jaringan kabel listrik di rumah, mengganti keramik lantai, atau keramik dinding kamar mandi, atau menambahkan shower, mengganti meja rias kamar mandi (vanity).

Renovation bisa saja skala kecil atau besar, tetapi TIDAK AKAN sampai mengubah desain keseluruhan rumah, yang dalam bahasa Inggris disebut floor plan, yaitu rancangan atau gambar besar bagaimana sebuah rumah hendak dibangun atau dirombak. Meskipun ada kata floor di dalamnya, frasa tersebut dalam arsitektur tidak hanya berbicara tentang lantai rumah, tetapi meliputi tata letak ruang, ruangan dan kamar di satu lantai.

  • We don’t have much money so we have decided to renovate one room at a time. – Kami tidak punya banyak uang sehingga kami memutuskan untuk memperbaiki kamar satu per satu.
  • Renovating, instead of remodeling, a house is a good choice if you have a small budget. – Merenovasi, alih-alih merombak, rumah adalah pilihan yang baik jika Anda punya anggaran kecil.
  • We just want to renovate the bathroom. That’s all we need. – Kami hanya ingin merenovasi kamar mandi. Hanya itu yang kami butuhkan.

REMODEL

Kata remodel barangkali lebih tepat diartikan merombak. Remodel berarti membuat ulang rumah berdasarkan ‘model’ atau desain yang baru. Jadi, dalam kata ini terkandung pengertian perubahan besar-besaran.

Maka, kata remodel berkaitan dengan floor plan yang baru, yang tentu mengubah tata ruang. Ruang tidur utama, kamar mandi, dapur bisa berubah letak, desain, maupun ukurannya. Mungkin ada penambahan ruang baru yang sebelumnya tidak ada, dan itu bisa jadi harus merobohkan beberapa dinding lama, dan membangun dinding baru. Konsekuensinya, sobat membutuhkan dana yang jauh lebih besar dari renovasi.

  • We just bought an old house, and we are going to remodel it. – Kami baru saja membeli rumah tua, dan kami akan merombaknya.
  • Remodeling an old house will need a big budget. – Membangun ulang sebuah rumah tua akan membutuhkan anggaran besar.
  • Remodeling means remaking a house based on a new floor plan. – Merombak berarti membangun ulang rumah berdasarkan skema rumah yang baru.
Author: Noeg

English teacher, blogger, translator, workshop facilitator, writing addict, and photography enthusiast, living in Yogyakarta. I teach, I write, therefore I am.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

12 + 4 =