Femspreading on Public Transportation

By | February 12, 2020

Akhir-akhir ini ada satu kata baru yang, meskipun belum secara resmi masuk ke dalam kamus, mulai populer dan banyak digunakan, setidaknya di dunia maya. Kata ini adalah femspreading, kependekan dari female spreading.

Kata ini terutama digunakan pada tagar #femspreading, yang tampaknya sengaja dibuat oleh kaum adam untuk membalas tuduhan kaum feminis yang menyebut laki-laki egois karena mempunyai tabiat buruk yang disebut manspreading. Sebagai catatan, manspreading merujuk pada posisi duduk dengan kedua kaki mengangkang, yang berarti menyerobot tempat duduk di kanan kirinya, terutama di kendaraan umum.

Tak mau kalah, laki-laki juga menyebut perempuan mempunyai tabiat buruk serupa yang tak kalah merugikan dibanding manspreading. Mekipun tak separah laki-laki, tak bisa dipungkiri sementara perempuan juga menyerobot tempat duduk yang mestinya menjadi hak penumpang lain, dengan cara meletakkan tas-tas bawaan mereka di atas kursi di kiri kanan mereka.

Perilaku femspreading di atas transportasi publik tidak hanya dilakukan perempuan dengan menaruh barang bawaan di atas kursi di kanan kiri mereka, tetapi juga dengan beberapa cara lain. Situs berita online¬†dailymail.co.uk mengunggah beberapa foto wanita yang kedapatan melakukan femspreading dalam posisi rebahan di atas kursi panjang yang biasanya diduduki 3 orang sembari membaca koran. Situs yang sama juga memberitakan seorang perempuan yang menolak memindahkan tas bawaannya untuk penumpang lain, yang dengan garang mengklaim,”This is my personal space.” dan tidak menginginkan seorangpun duduk di sebelahnya.

Author: Admin

Hi, I am Widi. I am an English teacher, blogger, translator, workshop facilitator, writing addict, and photography enthusiast, living in Yogyakarta. I teach, I write, therefore I am.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *