Expensive vs Pricey vs Overpriced vs Costly

By | January 21, 2016

Sobat pembaca, barangkali ada sebagian dari kita bertanya-tanya apa sebenarnya perbedaan antara expensive, pricey, overpriced, dan costly, karena praktis keempat kata tersebut nyaris sama maknanya.

EXPENSIVE/PRICEY

Dua kata ini sama artinya: mahal, dalam arti sobat pembaca menghabiskan atau mengeluarkan uang banyak untuk membeli produk tertentu. Misalnya, suatu hari sobat pembaca membeli sepatu kulit merek tertentu seharga Rp. 1.000.000.

Sobat pembaca tidak keberatan untuk mengeluarkan uang sebanyak itu untuk sepasang sepatu yang menurut sobat sepadan dengan kualitasnya. Apakah sobat secara faktual mengeluarkan uang banyak untuk sepasang sepatu itu? Tentu saja banyak. Apakah kemahalan? Melihat merek dan kualitasnya, tidak kemahalan, tetapi sepadan antara harga dan kualitas. So, the leather shoes you bought are expensive.

Kata ini digunakan karena sobat jelas-jelas mengeluarkan uang sangat banyak. Kadang-kadang kata ini juga mengisyaratkan bahwa sebuah produk itu bagus dan mewah.

Bagaimana dengan kata pricey? Kata ini sama persis artinya dengan expensive, dan oleh karenanya bisa menggantikan kata expensive. Tetapi, kata pricey terdengar sangat informal dan kasual.

OVERPRICED

Kata ini seringkali berarti kemahalan. Kata ini biasa digunakan untuk mendeskripsikan jumlah uang yang sobat keluarkan yang tak sepadan dengan kualitas barang yang sobat beli. Jika kualitas sepatu yang sobat beli tak sepadan dengan uang Rp. 1.000.000 yang sobat keluarkan, the shoes are definitely overpriced.

COSTLY

Kata costly digunakan dalam konteks berikut ini.

Suatu hari sobat pembaca membeli sebuah pensil di toko stationery. Kualitas pensil tersebut tak diragukan lagi. Sangat berkualitas. Sobat melihat label harga pensil tersebut, dan disitu tertulis Rp. 50.000 sebatang. Uang sejumlah itu barangkali bukan jumlah uang yang sobat ingin bayar untuk sebuah pensil.

Kalau dilihat dari harganya, sebenarnya tidaklah expensive (kan hanya Rp. 50.000 – tidak banyak sebenarnya), tetapi membayar Rp. 50.000 untuk sebuah pensil – meskipun pensil itu berkualitas – tentulah costly. Jadi, sesuatu yang costly belum tentu expensive.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *