Envy vs Jealousy: Sama atau Beda?

By | December 24, 2016

Sobat pembaca setia, salam jumpa lagi. Kali ini kita akan membahas dua kata yang sekilas mempunyai kemiripan makna, yakni kata envy dan jealousy, dan juga bentuk ajektivanya, envious dan jealous. Dalam konteks tertentu, keduanya bisa dipertukarkan, dan dalam konteks lain tidak. Secara umum, kata envious selalu bisa digantikan dengan jealous, tetapi tidak sebaliknya. Tulisan sederhana ini dimaksudkan untuk membandingkan kedua kata tersebut.

ENVY

Kata ini dalam bahasa Indonesia diartikan ‘iri hati’. Kamus online Cambridge Dictionary menyebutkan bahwa kata ini berfungsi sebagai kata kerja maupun kata benda. Sebagai nomina kata ini, menurut kamus tersebut, berarti the feeling that you wish you had something that someone else has, perasaan ingin memiliki apa yang dimiliki oleh oleh orang lain. Dan seringkali, perasaan yang muncul ini dibarengi perasaan tidak suka, tidak nyaman, tak puas.

Kalau ada seseorang di sebuah kantor berhasil naik jabatan, misalnya, lalu dalam diri seorang kolega lain muncul perasaan tidak puas dan ingin berada di posisi  kolega yang naik jabatan itu, saat itulah dia merasa iri hati. Sobat bisa mendeskripsikan perasaan yang muncul itu dengan kata ini, atau bentuk ajektivanya. Bentuk kata sifatnya adalah envious  dan sering digunakan dengan preposisi of. Coba perhatikan bagaimana kata ini, dan bentuk ajektivanya, digunakan dalam kalimat:

  • I watched with envy as he was riding in his new sports car. – Saya memandang dengan iri hati waktu dia berkendara dalam mobil sport barunya.
  • Her intelligence made her the envy of her classmates. – Kepintarannya membuatnya obyek iri hati teman-teman sekelasnya.
  • She feels envious of Dania, who she thinks is more fortunate than her. – Dia iri hati pada Dania, yang menurutnya lebih beruntung ketimbang dirinya.

Nah, dalam konteks kalimat-kalimat contoh di atas, kata jealousy, dan bentuk ajektivanya, jealous, bisa menggantikan.

JEALOUSY

Bagaimana dengan kata ini? Meskipun tak semua penutur asli sepakat, kata ini sering kali juga digunakan dengan makna yang sama dengan envy. Maka, kata ini, dan bentuk kata sifatnya, bisa menggatikan kalimat-kalimat contoh di atas. Tetapi, kata ini mempunyai arti yang tidak dimiliki oleh kata envy, dan oleh karena itu tidak bisa digantikan oleh kata tersebut. Dengan kata lain, kata ini mempunyai makna lebih luas.

Menurut kamus online Merriam Webster kata ini seringkali dijumpai dan digunakan dalam konteks relasi romantis pria dan wanita. Menurut kamus tersebut, kata ini merujuk pada unwelcome feelings in a romantic vein, dan oleh karena itu dalam bahasa Indonesia diartikan ‘perasaan cemburu’.

Kalau sobat mempunyai kekasih, dan sobat kebetulan sobat melihatnya berjalan berdua dengan orang lain, sobat pasti akan mengalami perasaan ini. Perasaan ini muncul karena sobat khawatir kehilangan.

  • I admit that I am always a jealous husband. – Saya akui bahwa saya adalah seorang suami pencemburu. I am always an envious husband (X).
  • I took her as my bride, and that’s what made him jealous of me. – Saya mengambilnya sebagai istriku, dan itu yang membuatnya cemburu padaku. And that’s what made him envious of me (X).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *