Enemy vs Foe: Perbedaan

By | February 27, 2017

Sobat pembaca, dua kata yang kita bahas kali ini – enemy dan foe – mempunyai makna dasar yang kurang lebih sama, yakni lawan atau musuh. Meskipun demikian, kedua kata tersebut tidak bisa dipertukarkan begitu saja. Dalam hal ini konteks tentu menentukan pilihan sobat atas kata-kata tersebut. Satu kata lebih lazim digunakan dalam situasi tertentu dibanding yang lain. Mari kita bahas satu per satu.

ENEMY

Kata ini sering diartikan musuh. Kata ini termasuk dalam kategori kata benda bisa dihitung (countable noun). Bentuk jamaknya adalah enemies. Kata ini adalah kata sehari-hari, dan bisa digunakan dalam situasi formal maupun informal, lisan maupun tulis. Secara umum, kata ini mempunyai nuansa makna yang lebih kuat dibanding foe.

Sobat akan menggunakan kata ini ketika berbicara tentang musuh dalam pengertian pihak (bisa individu, kelompok, atau bahkan negara) yang harus sobat hancurkan, gilas, atau taklukkan, atau, sebaliknya, siap menghancurkan , menggilas, melibas, atau menaklukkan sobat. Sobat bisa membayangkan ada ketegangan dan kebencian dalam relasi antara pihak-pihak yang saling menganggap sebagai enemy, dan keduanya siap saling menghancurkan.

Oleh karena itu, menurut Longman Language Activator, kata ini paling lazim digunakan dalam konteks perang (war). Pihak-pihak yang terlibat dalam perang siap saling menghancurkan. Tentu, kata ini juga bisa digunakan dalam konteks politik, misalnya, atau dalam konteks lain. Yang jelas, kata ini mengisyaratkan adanya kebencian, dan pihak yang dianggap musuh layak untuk dihancurkan, dilibas, dilenyapkan, ditaklukkan, dan sangat mungkin melibatkan kekerasan.

Musuh negara lazim disebut enemy of the state, BUKAN foe of the state. Itu karena pihak yang dianggap musuh negara adalah mereka yang siap merongrong dan menghancurkan negara, dan oleh karena itu harus dilibas.

  • I want her to see that I am not her enemy. – Saya ingin dia melihat bahwa saya bukan musuhnya.
  • They used canons to destroy their enemies. – Mereka menggunakan meriam untuk menghancurkan musuh mereka.
  • In a healthy democracy, political rivals should not be considered enemies. – Dalam demokrasi yang sehat, pesaing politik seharusnya tidak dianggap sebagai musuh.

FOE

Kata ini BUKAN kata yang lazim digunakan dalam konteks sehari-hari. Kata ini digunakan dalam konteks formal tertulis, dan hanya bisa ditemukan dalam konteks politik (misalnya berita politik di surat kabar) dan sastra (novel, puisi, kitab suci, dan lain-lain), atau konteks formal tertulis lainnya.  Kata ini secara umum sama artinya dengan enemy, meskipun nuansa makna kata ini tidak sekuat enemy.

Dalam konteks politik, lazim ditemukan frasa political foe – lawan politik. Dalam konteks politik, kata ini dipakai untuk merujuk pada lawan politik yang berseberangan dalam hal ide maupun visi politiknya, tanpa harus melibatkan kebencian dan keinginan untuk menghancurkan. Mungkin sekali dua kali terjadi ketegangan dalam relasi, tetapi mereka masih bisa berkawan, dan tidak ada keinginan untuk saling menghancurkan. Itu situasi ideal dalam demokrasi yang sehat.

Tetapi, lawan politik bisa saja menjadi musuh politik atau political enemy, ketika mereka mulai menunjukkan sikap bermusuhan dan mempunyai keinginan untuk menghancurkan yang lain.

Negara-negara yang terlibat dalam perang juga bisa disebut foe bagi yang lain, dan mempunyai arti yang sama dengan enemy. Tetapi, sekali lagi, kata ini hanya ditemukan dalam konteks formal tertulis seperti berita dalam surat kabar.

Kata ini juga dipakai untuk merujuk pada pihak yang berseberangan atau tidak setuju dengan kebijakan , gagasan, konsep, atau ide tertentu. Ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan baru soal reformasi pajak, misalnyapihak-pihak yang menentang gagasan ini bisa disebut sebagai foe of tax reform.

Kata ini juga ditemukan dalam frasa idiomatik, yakni friend or foe – kawan atau lawan.

  • They declared themselves as the foe of the tax reform policy. – Mereka menyatakan diri sebagai penentang kebijakan reformasi pajak.
  • They have been political foes for years. – Mereka telah menjadi lawan politik selama bertahun-tahun.

Semoga membantu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *