E.g. vs I.e.: Perbedaan

By | January 1, 2017

Sobat pembaca, baik e.g. maupun i.e. berasal dari bahasa Latin. Keduanya sering digunakan dalam ragam bahasa tulis. Persoalannya, cukup banyak pembelajar bahasa Inggris belum memahami penggunaanya, lalu mempertukarkan keduanya. Kedua singkatan tersebut mempunyai arti yang berbeda, dan oleh karena itu digunakan secara berbeda.

E.G.

Pertama-tama, e.g. adalah singkatan dari exempli gratia, kata bahasa Latin yang berarti for example, atau sebagai contoh, misalnya, atau contohnya. Sobat bisa melihat kata Latin exempli sangat dekat hubungannya dengan kata example atau contoh. Dan sobat bisa menggunakan ini sebagai cara untuk mengingat makna dan penggunaannya.

Nah, karena e.g. berarti sebagai contoh, singkatan ini digunakan di akhir atau di tengah kalimat untuk memperkenalkan kepada pembaca sedikit contoh (bukan contoh lengkap) dari apa yang telah disebut. Ketika sobat sedang menulis tentang film-film laga terkenal dan dalam salah satu kalimat sobat ingin memberi sedikit atau beberapa contoh saja dari film-film tersebut, silakan gunakan singkatan ini. Coba perhatikan contoh-contoh berikut:

  • I love action films, e.g., Die Hard and Lethal Weapon. – Saya menyukai film-film laga misalnya, Die Hard, Lethal Weapon.
  • Well, I can play a few musical instruments, e.g., the guitar, the piano, and the flute. – Saya bisa memainkan beberapa alat musik, misalnya, gitar, piano, dan flute.
  • Some teachers (e.g., John and Mary) also teach another subject. – Beberapa guru (misalnya, John dan Mary) juga mengajar bidang studi lain.

Bisa saja sobat menggunakan ungkapan for example atau for instance dalam kedua kalimat contoh di atas.

  • I love action films, for example, Die Hard and Lethal Weapon.
  • Well, I can play a few musical instruments, for instance, the guitar, the piano, and the flute.

I.E.

I.e. adalah singkatan dalam bahasa Latin id est yang artinya ‘that is‘ atau ‘that is to say‘ atau ‘in other words‘. Jadi, singkatan ini berarti ‘yakni, yaitu, atau dengan kata lain’, dan tak ada kaitannya dengan contoh, dan digunakan untuk menjelaskan lebih lanjut, memperinci, atau mendeskripsikan hal yang sobat katakan. Coba perhatikan kalimat-kalimat contoh-contoh berikut ini:

  • I challenged myself by eating food that I hate, i.e., fish. – Saya menantang diri saya sendiri dengan makan makanan yang saya benci, yaitu ikan.
  • Plants require carbon dioxide, light energy, and water to complete photosynthesis, i.e., a process used by plants to convert light energy into chemical energy. – Tumbuhan membutuhkan karbon dioksida, energi cahaya, dan air untuk menuntaskan fotosintesis, yakni proses yang digunakan tanaman untuk mengubah energi cahaya menjadi energi kimiawi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *