Disaster vs Catastrophe vs Calamity

By | February 15, 2017

Sobat pembaca setia semua, pokok bahasan kita kali ini adalah tiga nomina yang mempunyai kedekatan makna. Ketiganya diartikan bencana dalam bahasa Indonesia. Dalam keseharian ketiganya sering dipertukarkan, meskipun masing-masing mempunyai konotasi yang sedikit berbeda.

Dalam konteks tertentu dua kata pertama bisa saling menggantikan, dalam konteks lain tidak. Kata ketiga lebih lazim digunakan ketika yang menjadi perhatian adalah aspek penderitaan manusia dan duka cita (grief) ketika sebuah peristiwa buruk terjadi.

DISASTER

Kata ini mempunyai cakupan makna paling luas dibanding 2 kata lainnya. Kecelakaan besar, bencana alam, bencana karena ulah manusia, bencana karena kelalaian manusia bisa disebut disaster ketika peristiwa-peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan besar dan memakan banyak korban nyawa.

Kecelakaan pesawat Japan Airlines Flight 123 pada 12 Agustus 1985 yang menyebabkan 520 orang meninggal adalah disaster dilihat dari jumlah korban meninggal. Ledakan pabrik amunisi di Serbia tahun yang membunuh 1.500 orang juga bisa dideskripsikan dengan kata ini. Meledaknya pabrik mesiu Wanggongchang, Beijing yang terjadi pada 30 Mei 1626 juga bisa disebut dengan kata ini karena telah menelan korban meninggal 20.000 orang. Demikian juga dengan the Great Chicago Fire tahun 1871 yang menelan 300 korban jiwa. Semua peristiwa ini bukan bencana alam, tetapi bencana berupa kecelakaan dan bencana karena kelalaian dan ulah manusia.

Banjir bandang yang terjadi di China yang membunuh lebih dari 1 juta orang adalah natural disaster. Begitu juga dengan gempa yang menggoncang Tangshan, Cina tahun 1976, dan badai yang menerjang Calcutta tahun 1737 yang masing-masing menyebabkan ratusan jiwa melayang.

Kata ini juga lazim digunakan untuk mengungkapkan makna hiperbolik, melebih-lebihkan. Konser atau resepsi pernikahan yang mengecewakan, misalnya, bisa juga disebut disaster, meskipun tentu tak ada korban jiwa.

  • The crash of Japan Airlines flight 123 in 1985 was one of the worst air disasters that ever happened in history of aviation. – Jatuhnya pesawat Japan Airlines penerbangan 123 adalah salah satu bencana udara yang pernah terjadi dalam sejarah
  • The tsunami that struck the coastal regions of the Aceh Province on 26 December 2004 was the worst natural disaster to hit Indonesia. – Tsunami yang menghantam wilayah pesisir Provinsi Aceh pada 26 Desember 2004 adalah bencana alam terburuk yang pernah menggoncang Indonesia.
  • The new president’s welcome concert was a total disaster. – Konser penyambutan presiden yang baru itu benar-benar sebuah bencana.

CATASTROPHE

Kata ini juga berarti bencana. Secara khusus kata ini digunakan untuk mendeskripsikan disaster yang mempunyai dampak yang jauh lebih besar dan luas. Jadi, secara teknis catastrophe adalah disaster. Tetapi penutur asli akan menggunakan kata ini ketika sebuah bencana menyebabkan kerusakan, kehancuran, dan kematian dalam skala sangat besar dan mencakup wilayah yang luas. Barangkali 90 persen rumah hancur, kehidupan dan perekonomian lumpuh, dan fasilitas-fasilitas penyedia bantuan juga terkena dampak sehingga merekapun tidak bisa berbuat apa-apa, dan proses pemulihannya sangat lama.

Kecelakaan pesawat, meskipun banyak memakan korban hingga ratusan jiwa, TIDAK lazim disebut catastrophe, karena kecelakaan ini hanya menimbulkan dampak di area yang sempit dan terbatas. Selain itu, fasilitas-fasilitas penyedia bantuan masih bisa beroperasi, dan secara umum kehidupan di wilayah di sekitar tempat terjadinya kecelakaan masih berjalan normal seperti biasanya. Begitu juga dengan peristiwa runtuhnya tambang atau meledaknya pabrik amunisi, misalnya.

Dalam kasus bencana alam, batas antara disaster dan catastrophe tidak terlalu jelas, dan dalam percakapan sehari-hari tidak terlalu penting. Meskipun demikian, pembedaan di antara keduanya penting bagi mereka yang aktif terlibat dalam penanganan bencana.

Secara umum, para ahli disaster management sepakat bahwa yang disebut catastrophe adalah bencana yang mempunyai dampak sangat luas, mengakibatkan kerusakan dan kehancuran yang dahsyat, merusak hampir seluruh bangunan, termasuk fasilitas-fasilitas yang diharapkan mampu menyediakan bantuan, sehingga melumpuhkan kehidupan, dan proses pemulihannya sangat lama, bisa bertahun-tahun.

Oleh karena itu kata ini sering digunakan dalam konteks bencana lingkungan, ekologi, nuklir karena dampaknya sangat luas. Maka ada istilah environmental, ecological, nuclear catastrophe. Jatuhnya bom atom di Hiroshima, global warming, tumpahnya minyak di laut, layak disebut catastrophe. 

  • Global warming can lead to an environmental catastrophe. – Pemanasan global bisa mengakibatkan bencana lingkungan.
  • The oil spill was a catastrophe for this marine environment. – Tumpahnya minyak adalah bencana bagi lingkungan laut ini.

Seperti halnya kata disaster, kata ini juga bisa digunakan untuk ungkapan hiperbolik. Maka, sobat bisa juga mengatakan:

  • The new president’s welcome concert was a catastrophe/disaster.

CALAMITY

Makna kata ini secara umum tumpang tindih dengan 2 kata lainnya. Kata ini juga tidak terlalu populer dibanding dua kata lainnya. Dalam konteks bencana alam maupun bencana akibat ulah manusia, kata ini juga merujuk pada bencana dalam skala besar. Tetapi, kata ini lebih menekankan ASPEK EMOSI penderitaan manusianya. Maka, kata ini biasa digunakan untuk mendeskripsikan bencana besar yang mengakibatkan penderitaan dan duka cita bagi manusia.

Sebagai catatan, kata ini TIDAK pernah dipakai dalam ungkapan hiperbolik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *