Damage vs Devastate vs Destroy: Apa sih Bedanya?

By | January 2, 2017

Sobat pembaca, kali ini kita akan bahas tiga verba yang mempunyai kedekatan makna: damage, devastate, dan destroy. Ketiganya mengisyaratkan sesuatu yang buruk telah terjadi dan menimbulkan kerusakan. Makna yang kita bahas untuk masing-masing verba juga berlaku untuk bentuk-bentuk kata bendanya – damage, devastation, destruction – dan bentuk past participlenya – damaged, devastated, destroyed.

Kata damage adalah kata yang paling umum dan mengandung pengertian dua kata lainnya. Sementara dua kata lainnya, yakni devastate dan destroy – meskipun ada perbedaan di antara keduanya – selalu mengisyaratkan kerusakan yang parah, dan oleh karena itu dalam banyak hal bisa dipertukarkan. Mari kita bahas satu per satu.

DAMAGE

Kata kerja ini, menurut kamus online Cambridge Dictionary, berarti merusak sesuatu. Sesuatu di sini bisa berupa obyek fisik maupun non-fisik. Kata ini mencakup pengertian dua kata kerja lainnya. Kalau sobat menggunakan kata destroy atau devastate, di dalamnya ada makna damage.

Kata ini mempunyai cakupan penggunaan yang luas dan umum. Artinya, kalau sobat sekedar ingin mengatakan ‘merusak’ tanpa memikirkan seberapa parah kerusakannya (intinya, ada sesuatu yang rusak), silakan sobat menggunakan kata ini. Dan kalau sobat menyebutkan rusaknya parah, biasanya sobat memerlukan kata lain, misalnya, badly atau severely, yang artinya parah.

Tetapi, perlu sobat ingat bahwa kalau sobat menggunakan kata kerja ini, itu berarti sesuatu yang rusak itu masih bisa diperbaiki. Ketika seorang pengendara sepeda motor tanpa sengaja menabrak pohon dan motornya mengalami kerusakan, tetapi masih ada kemungkinan diperbaiki, sobat gunakan kata kerja ini. Ketika sebuah bangunan terbakar dan mengalami kerusakan, dan masih bisa diperbaiki, sobat gunakan kata ini.

  • The hotel was badly damaged in the fire. – Hotel itu rusak parah dalam kebakaran itu.
  • Smoking will certainly damage your health. – Merokok pasti akan merusak kesehatanmu.
  • The scandal had damaged his reputation. – Skandal itu telah merusak reputasinya.

Dalam contoh-contoh di atas, sobat bisa melihat bahwa verba ini bisa digunakan dengan obyek fisik (seperti contoh 1) dan obyek non-fisik (seperti contoh 2 dan 3).

DEVASTATE

Kata ini juga mengandung pengertian merusak. Persamaan antara kata ini dan kata sebelumnya adalah bahwa kata kerja ini bisa digunakan untuk obyek fisik maupun non-fisik.

Namun begitu, ada 2 hal yang secara khusus membedakan kata ini dengan kata sebelumnya: 1) kata ini mengandung pengertian bahwa kerusakan yang terjadi mencakup area yang LUAS, misalnya kota atau hutan. Makna ini TIDAK dipunyai oleh kata damage; 2) dan oleh karena itu kerusakannya terjadi pada banyak obyek, dan tingkat kerusakannya pun total. Jadi, kata ini tidak dipakai kalau tingkat kerusakannya hanya ringan (untuk kerusakan ringan, silakan gunakan damage).

  • The country’s capital city was devastated by an earthquake in 1987. – Ibu kota negara itu luluh lantak. Kata devastated mengisyaratkan bahwa ada banyak atau sebagian besar obyek rusak (tentu ada yang tidak) di kota itu, dan kerusakannya pun parah dan mencakup area seluruh kota.
  • The big fire has devastated the entire forest. – Kebakaran besar itu telah meluluh lantakkan seluruh hutan.
  • The hurricane left the island completely devastated. – Badai meninggalkan pulau itu dalam keadaan luluh-lantak.

Kata ini juga bisa dipakai dengan obyek non-fisik, seperti health atau reputation. Perhatikan dua kalimat contoh berikut:

  • Smoking will certainly devastate your health. – Merokok pasti akan merusak (dan kerusakannya serius, berat, parah) kesehatanmu. Sobat juga bisa mengunakan kata damage seperti dalam contoh di bagian pertama, hanya saja sobat hanya sekedar mengatakan ‘merusak’ saja tanpa memberi memikirkan tingkat kerusakannya.

Selain berarti meluluh-lantakkan, kata ini juga mempunyai pengertian lain yang TIDAK dipunyai dua kata kerja lainnya. Kata ini juga dipakai untuk menggambarkan suasana hati atau emosi yang hancur atau kecewa/marah seperti patah hati atau duka cita kehilangan seseorang yang kita sayangi.

  • I felt devastated by my father’s death. – Saya merasa hancur karena kematian ayahku.
  • I smile a lot, but I am devastated inside. – Saya banyak tersenyum, tapi saya hancur di dalam.

DESTROY

Sama dengan dua verba sebelumnya, kata ini juga bisa dipakai dengan obyek fisik dan non-fisik. Dalam banyak hal bisa dipertukarkan dengan kata devastate, kecuali dalam pengertian menghancurkan atau hancur dalam aspek emosi atau mental.

Perbedaannya adalah, kalau sobat menggunakan kata devastate, itu mengisyaratkan kerusakan besar atau sebagian besar dari sesuatu, tetapi kalau sobat menggunakan kata destroy, itu berarti ada kerusakan parah dan TAK BISA DIPERBAIKI, dan sobat bisa mendapatkan sesuatu itu kembali kalau sobat MENGGANTInya dengan yang baru, bukan memperbaikinya. Coba perhatikan kalimat-kalimat berikut:

  • The building was destroyed by a big fire in 1985. – Gedung itu hancur oleh kebakaran besar tahun 1985. Yang dimaksud ‘destroyed’ adalah hancur total, tak berfungsi lagi, tak bisa diperbaiki, dan hanya bisa dibangun ulang dari awal.
  • He commanded his soldiers to destroy the enemy’s military headquarters. – Ia memerintahkan tentaranya untuk menghancurkan markas besar militer musuh itu, dalam pengertian sampai habis, total, tak bisa diperbaiki, dan hanya bisa ada lagi kalau dibangun ulang dari awal.

Semoga membantu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *