Cynical vs Sarcastic vs Skeptical: Beda Ya?

By | June 12, 2022

Sobat pembaca, tiga kata yang menjadi pokok bahasan dalam tulisan sederhana ini – cynical, sarcastic, dan skeptical – termasuk dalam kategori kata sifat atau ajektiva. Penjelasan dan uraian tentang perbedaan makna antara ketiga kata tersebut juga berlaku untuk bentuk nominanya, yaitu cynicism, sarcasm, dan skepticism. Mari kita bahas satu per satu.

CYNICAL

Kata ini bentuk ajektiva dari nomina cynicism. Kamus online yourdictionary memberikan definisi ini: “An attitude of scornful or jaded negativity, especially a general distrust of the integrity or professed motives of others.” – Suatu sikap negatif merendahkan, khususnya ketidakpercayaan terhadap integritas atau motivasi orang lain. Kalau sobat atau teman sobat mempunyai sikap ini berarti bersikap cynical. Dalam bahasa Indonesia diartikan sinis.

Kata paling penting dari definisi tersebut adalah distrust, ketidakpercayaan. Yang dimaksud tidak percaya dalam konteks ini BUKAN tidak percaya apakah sesuatu itu ada atau tidak ada, tetapi tidak percaya bahwa seseorang, misalnya kolega Anda, itu punya integritas dan melakukan segala sesuatu dengan tulus tanpa motivasi pribadi atau agenda tersembunyi lain. Biasanya ketidakpercayaan ini muncul tidak secara tiba-tiba, tetapi didahului rentetan pengalaman sebelumnya yang kemudian membuat Anda mempunyai sikap tidak percaya.

SARCASTIC

Bagaimana dengan kata ini? Bentuk nomina dari kata sifat ini adalah sarcasm. Orang sering menyebutnya sarkasme. Sarcasm merujuk pada penggunaan kata-kata yang maksudnya berlawanan/bertentangan dengan apa yang Anda katakan, biasanya dimaksudkan untuk menghina, merendahkan atau menunjukkan kejengkelan. Jadi, kalau sobat mengatakan sesuatu kepada seseorang dan maksudnya bertentangan dengan apa yang Anda katakan, sobat sedang bersikap sarcastic. Kata-kata pujian yang disampaikan seseorang, dalam situasi tertentu, bisa saja sebenarnya bermaksud merendahkan. Ada yang sangat halus, tidak kentara dan samar-samar, ada juga yang sangat vulgar.

Misalnya, sobat beberapa kali mendapati salah satu kolega Anda terlambat datang ke kantor. Suatu ketika, karena merasa jengkel, sobat bilang begini kepada kolega yang sering terlambat, “Wah, kamu ini dalam beberapa bulan ke depan pasti  ditetapkan sebagai karyawan teladan tahun ini. Profisiat.” Kata-kata yang keluar memang pujian, tetapi maksudnya jelas bukan itu. Sobat sedang bersikap sarcastic.

SCEPTICAL

Ajektiva ini mempunyai bentuk nomina scepticism. Apa arti scepticism? Kata ini berkaitan dengan sikap mempertanyakan sesuatu, sikap meragukan bahwa sesuatu itu benar atau berguna. Dalam bahasa Indonesia diartikan skeptis. Orang skeptis tidak mudah untuk diyakinkan, karena ia selalu mempertanyakan apa yang didengarnya atau dibacanya. Sikap ini dalam tataran tertentu positif.

Pemikiran sobat bisa menjadi semakin mendalam dan luas ketika sobat mempunyai sikap ini, dan dengan begitu sobat selalu ingin menggali sesuatu lebih dalam sampai sobat benar-benar yakin dan kemudian menerima sesuatu sebagai kebenaran. Dan itulah sebenarnya makna sesungguhnya dari scepticism, yaitu proses menerapkan nalar dan pemikiran kritis terhadap sesuatu untuk menentukan keabsahannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − 11 =