Critique vs Criticize: Ini Dia Bedanya

By | September 1, 2017

Sobat pembaca setia, dua verba ini, critique dan criticize, memang membingungkan. Bahkan penutur aslipun kadang-kadang keliru dalam menggunakan kata-kata ini. Keduanya sering diartikan ‘mengkritik’ dalam bahasa Indonesia. Meskipun kamus menyebutkan bahwa keduanya sinonim, masing-masing mempunyai nuansa maknanya sendiri, yang tidak bisa dipertukarkan begitu saja.

CRITIQUE

Kata ini awalnya hanya bisa dipakai dalam fungsinya sebagai nomina atau kata benda. Tetapi, lambat laun, karena perkembangan bahasa, saat ini penutur asli juga menggunakannya sebagai verba. Bahkan banyak penulis besar juga menggunakannya sebagai verba.

Kamus online Collins Dictionary mendefinisikan kata kerja ini sebagai ‘to analyze and evaluate (a subject, literary work, etc) – menganalisis dan mengevaluasi (suatu pokok pembicaraan, karya sastra, dan lain-lain). Tersirat dalam definisi ini, ‘mengkritik’ bukan dalam pengertian menyerang dan menunjukkan ketidaksetujuan, tetapi menganalisis untuk mencari sisi baik dan sisi buruk untuk membuatnya semakin baik.

Jadi, tujuannya bukan menentang dan menunjukkan ketidaksetujuan, ketidaksukaan, dan lain-lain, tetapi membuat sesuatu menjadi lebih baik. Tujuannya positif.

  • I asked him to critique my drawings. – Saya memintanya untuk mengkritisi lukisan saya.
  • My girlfriend critiqued the latest film I directted. – Pacar saya mengkritisi film terakhir yang saya sutradai.

CRITICIZE

Verba ini digunakan dalam konteks yang lebih luas daripada kata pertama. Kata ini memang bisa digunakan dengan pengertian yang sama dengan verba pertama yang sudah dibahas di atas. Tetapi, sekarang ini makna tersebut tampaknya sudah tidak populer lagi, dan kata ini lebih lazim digunakan dengan pengertian negatif: yakni “to point out the faults of” sebagaimana didefinisikan oleh kamus online Merriam Webster.

Definisi tersebut jelas menunjukkan pengertian negatif, yakni menunjukkan kesalahan dari seseorang. Jadi, verba ini jelas lebih banyak digunakan untuk menunjukkan ketidaksetujuan – atau lebih tepatnya ketidaksukaan – kepada (perilaku) seseorang. Perhatikan kalimat-kalimat berikut:

  • Denis criticized me for never coming on time. – Denis mengkritikku karena tak pernah datang tepat waktu.
  • Haters keep criticizing the president. – Pembenci terus-menerus mengkritik presiden.
  • Be careful of criticizing the persons in authority. – Berhati-hatilah mengkritik orang-orang yang berkuasa.

 

2 thoughts on “Critique vs Criticize: Ini Dia Bedanya

  1. Pingback: Critique vs Criticism: Ini Nih Bedanya! - English 4 SMA

  2. Pingback: Melanie Glastrong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *