Catch vs Capture: Perbedaan

By | December 27, 2016

Sobat pembaca, kali ini kita akan bahas dua kata kerja yang mempunyai kedekatan makna, dan dalam bahasa Indonesia sering diartikan ‘menangkap’. Tetapi sobat mesti berhati-hati menggunakan keduanya karena ada perbedaan mendasar di antara kedua kata ini. Kata catch digunakan dalam konteks yang  lebih luas ketimbang capture dan mempunyai beberapa makna lain selain menangkap. Tetapi makna-makna lain itu tidak akan dibahas dalam tulisan ini. Mari kita bahas satu per satu.

CATCH

Kata kerja ini termasuk kategori kata kerja tak beraturan. Bentuk kedua (past tense) dan ketiganya (past participle) sama yaitu caught. Menurut kamus online Cambridge Dictionary, kata kerja ini biasa digunakan untuk mengatakan ‘menangkap sesuatu, entah benda atau obyek tak hidup maupun manusia, yang bergerak di udara.” Penjaga gawang yang menangkap bola, misalnya, bisa dideskripsikan dengan kata kerja ini. Atau seseorang yang menangkap teman lain yang tiba-tiba jatuh pingsan. Juga ketika sobat bermain-main di kebun menangkap kupu-kupu dengan tangan.

 Dalam pengertian ini kata capture TIDAK bisa menggantikan. Berikut adalah beberapa contoh kalimatnya

  • I stood firmly on my feet, ready to catch the ball. – Saya berdiri kokoh di atas kakiku, siap menangkap bola itu.
  • My dad caught me at the moment that I fell off my bicycle. – Ayahku menangkapku saat aku jatuh dari sepeda.

Kata ini, ketika digunakan dengan obyek manusia, bisa berarti menangkap dalam pengertian menangkap basah atau memergoki orang sedang melakukan sesuatu yang salah, sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan, atau sesuatu yang mestinya menjadi rahasia. Dengan makna ini, kata ini dipakai bersama dengan verb-ing yang diletakkan di belakang obyek. Dalam hal ini, kata capture tidak bisa menggantikan.

  • My English teacher caught me smoking in the toilet. – Guru bahasa Inggrisku memergokiku sedang merokok di toilet.
  • I caught him cheating in the exam. – Saya memergokinya menyontek di ujian itu.

Kata ini juga digunakan untuk mengatakan ‘menemukan dan menghentikan orang atau binatang yang berusaha melarikan diri’.

  • The police have to catch the killer as soon as possible. – Polisi harus menangkap pembunuh itu sesegera mungkin.

CAPTURE

Kata kerja ini termasuk dalam kategori kata kerja beraturan. Bentuk kedua (past tense) dan ketiganya (past participle) diakhiri -ed. Berbeda dengan kata pertama, verba ini lebih sering digunakan dengan obyek manusia. Ketika digunakan dengan obyek manusia, kata ini  berarti menangkap dan menjadikannya tahanan. Jadi bukan sekadar menangkap dalam arti menghentikan orang yang berusaha melarikan diri, tetapi menangkap dan menjadikan orang itu tahanan (dalam arti menaruh orang itu dalam kekuasaan kita).

  • They shot down the chopper and captured the pilot. – Mereka menembak jatuh helikopter itu dan menangkap (serta menjadikannya tahanan) sang pilot.
  • Many of our soldiers were captured by the enemy. – Banyak tentara kita ditangkap (dan dijadikan tahanan) oleh musuh.

Masih bingung? Sederhananya begini. Kalau sobat ingin mengatakan ‘menangkap’ dalam pengertian menghentikan benda atau orang yang sedang bergerak, sobat gunakan catch.  Kalau sobat ingin mengatakan ‘menangkap’ dalam pengertian menjadikan orang atau binatang sebagai sesuatu yang kita miliki, kita kuasai atau menaruh orang atau binatang itu dalam kendali atau kekuasaan kita, sobat gunakan capture.

Memang ada konteks tertentu ketika dua kata ini mungkin digunakan, meskipun dengan makna yang berbeda. Coba bandingkan contoh-contoh berikut:

  • The little girl is trying to catch a butterfly. – Gadis kecil itu mencoba menangkap seekor kupu-kupu. Kata catch mengisyaratkan bahwa si gadis cilik itu ingin menghentikan seekor kupu-kupu (supaya tidak bergerak/terbang lagi).
  • The little girl is trying to capture a butterfly. – Gadis kecil itu mencoba menangkap (dan menjadikan kupu-kupu itu miliknya, dalam kendalinya, dalam kekuasaannya) seekor kupu-kupu.

Tetapi, ada juga konteks tertentu yang hanya memungkinkan penggunaan salah satu kata saja. Berikut adalah contoh kalimatnya:

  • The enemy soldiers advanced and managed to capture the city. – Tentara musuh bergerak maju dan berhasil menguasai kota. Kata catch TIDAK BISA digunakan di sini. Sebuah kota tentu tidak bergerak dan tidak perlu ditangkap supaya berhenti bergerak., bukan?
  • I’ll throw the ball, and you have to catch it. – Saya akan lempar bolanya dan kamu harus menangkapnya. Kata capture tentu tidak bisa digunakan. Untuk apa menangkap dan menjadikan bola tahanan kita?

Semoga membantu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *