Anger vs Fury vs Rage vs Wrath: Apa Sih Bedanya?

By | January 28, 2017

Sobat pembaca setia englishforsma.com, empat kata yang menjadi pokok bahasan kita kali ini – anger, fury, rage dan wrath – mempunyai kedekatan makna. Keempat kata ini bisa diartikan amarah dalam bahasa Indonesia. Perbedaan di antara keempat kata tersebut terletak pada intensitas kemarahan. Mari kita bahas satu per satu. Tentu karena ini menyangkut bahasa, intensitas kemarahan yang dimaksud di sini tidak mempunyai batas yang benar-benar jelas. Penjelasan yang diberikan di sini dimaksudkan sebagai panduan umum saja.

ANGER

Sobat pembaca, menurut kamus online Cambridge Dictionary kata ini berarti ‘a strong feeling that makes you want to hurt someone or be unpleasant because of something unfair or unkind that has happened’ – perasaan (emosi) yang kuat yang membuat Anda ingin melukai seseorang atau marah karena sesuatu yang tidak adil atau tak baik telah terjadi.

Dibandingkan tiga kata lainnya, kata ini menggambarkan kondisi emosi di tingkat paling rendah, meskipun definisi yang diberikan kamus di atas jelas menyebut kata strong feeling. Ada di tingkat paling rendah karena pada tahap ini, orang masih bisa mengendalikan kata-kata dan tindakannya. Bahwa pada tahap ini orang ingin melukai, itu hanya sekedar ingin saja. Dengan kata lain, anger tidak berakhir pada hal-hal yang destruktif/merusak atau hal-hal yang mengakibatkan orang lain cedera.

  • I could feel in his voice that inside he was burning with anger. – Saya bisa  merasakan dalam suaranya dia terbakar amarah.
  • She just couldn’t hide her anger. – Dia tak mampu menyembunyikan kemarahannya.

FURY

Kata ini sering diartikan sebagai extreme anger atau amarah yang ekstrim. Kata ini digunakan untuk menggambarkan tahap amarah yang meledak-ledak dan sulit dikendalikan, tetapi tidak harus – meskipun mungkin – berakhir pada tindakan kekerasan dan destruktif. Jadi, ketika seseorang berada pada tahap ini, dia tak punya kemampuan untuk mengendalikan diri, dan ada di ambang melakukan kekerasan atau bahkan melakukan tindak kekerasan. Dan kalau kekerasan terjadi, bentuknya barangkali semacam pemukulan.

  • His fury rose once more. – Amarahnya (yang amat sangat) muncul sekali lagi.
  • Fury turned his face bright red. – Amarah (yang amat sangat) menjadikan wajahnya merah.

RAGE

Dalam keseharian, banyak penutur asli menganggap kata ini sinonim dengan fury. Menurut kamus online Cambridge Dictionary kata ini berarti extreme or violent anger. Sobat bisa melihat bahwa definisi kata ini mirip dengan definisi fury, hanya saja ada tambahan violent. Tidak heran kalau banyak orang menganggap kata ini semakna dengan kata sebelumnya

Tetapi, penutur asli akan cenderung menggunakan kata ini untuk menggambarkan tahap amarah tak terkendali yang disertai kekerasan dan bersifat desktruktif. Orang yang dikuasai amarah pada tahap ini sudah TAK MAMPU mengendalikan diri dan hampir pasti berakhir dengan kekerasan.

  • His voice trembled with rage. – Suaranya bergetar dengan amarah.
  • My mother flew into a rage when she found me smoking. – Ibu saya tiba-tiba menjadi begitu marah saat mendapati saya merokok.

WRATH

Menurut kamus yang sama, kata ini juga berarti extreme anger. Kata ini menggambarkan tingkat anger yang paling tinggi. Pada tingkat ini amarah tak bisa dikendalikan. Akibat dari wrath adalah kehancuran. Amarah pada tahap ini biasanya berakhir dengan kehancuran dan kerusakan parah. Kamus online Merriam Webster menyebutkan bahwa amarah pada tahap ini mengisyaratkan adanya hasrat atau maksud untuk menghukum atau membalas dendam. Dalam bahasa Indonesia, kata ini lebih dekat dengan kata murka/kemurkaan.

Oleh karena itu, kata ini lazimnya diterapkan pada seseorang atau sesuatu dengan kekuatan sangat besar. Maka, kata ini sering digunakan dengan subyek berkekuatan atau berkekuasaan besar. Tak heran jika kata ini lebih lazim digunakan bersama-sama dengan God/gods, hurricane, Sobat bisa membayangkan bagaimana Tuhan murka terhadap  Sodom dan Gomora atas kejahatan dan dosa mereka. Atau murkanya alam ketika badai datang dan meluluhlantakkan kota.

  • It is said in mythology mortals generally feared the wrath of the powerful gods. – Dikatakan bahwa dalam mitologi makhluk fana umumnya takut pada dewa-dewa yang berkuasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *