Also vs As Well vs Too

By | August 10, 2022

Sobat pembaca yang budiman, tiga kata yang kita bahas kali ini dirasa cukup membingungkan bagi sementara pembelajar bahasa Inggris. Mengapa? Karena ketiganya diartikan ‘juga’ dalam bahasa Indonesia. Nah, perbedaan di antara ketiga kata tersebut bukan terletak pada maknanya, tetapi pada posisinya dalam kalimat dan kelaziman penggunaannya dalam komunikasi lisan atau tulis. Yang perlu dicatat adalah, ketiganya hanya dipakai dalam kalimat positif, dan tidak pernah digunakan dalam kalimat negatif.

Kamus online Cambridge Dictionary menyebutkan bahwa ketiga kata tersebut termasuk dalam kategori adverbia, kata yang menerangkan ajektiva, verba, atau adverbia lain. Ketiganya berarti ín addition’, yang berarti ‘juga’ atau ‘sebagai tambahan’ atau ‘di samping itu/selain itu’. Mari kita bahas masing-masing kata.

ALSO

Kata ini lebih lazim digunakan dalam komunikasi tulis daripada lisan. Tentu itu tidak berarti sobat tidak boleh menggunakan kata ini dalam komunuikasi lisan. Boleh-boleh saja. Hanya, kurang lazim.

Kata also bisa diletakkan di awal kalimat kedua yang diucapkan pembicara. Dalam hal ini kata also memperkenalkan suatu ide tambahan setelah ide yang diungkapkan di kalimat pertama. Dalam posisi ini, kata also berarti selain itu. Perhatikan kalimat ini:

  • Drini is a beautiful beach. Also, it is so relaxing and peaceful. – Drini adalah pantai yang indah. Selain itu, pantai Drini sangat menenangkan dan tenang.

Di samping itu, kata also juga bisa diletakkan di tengah-tengah kalimat, biasanya sebelum verba, atau setelah be (am, is, are, was, were).

  • Diana was also one of the smartest students in the class. – Diana adalah juga salah seorang murid tercerdas di kelas.
  • Jimmy went to the rock concert. I also went to the concert. – Jimmy pergi ke konser musik rock itu. Saya juga pergi ke sana.

AS WELL

Bagaimana dengan as well? Adverbia ini mempunyai makna yang sama dengan “also”. Dan, seperti halnya also adverbia ini juga tidak terlalu lazim dipakai dalam komunikasi lisan sehari-hari, meskipun tidak berarti tidak boleh atau tidak pernah. Yang membedakan adalah posisinya dalam kalimat. Adverb as well digunakan di akhir kalimat. Perhatikan beberapa contoh berikut ini:

  • I was at Carl’s party last night. Tim was there as well. – Saya ada di pesta Carl semalam. Tim ada di sana juga.
  • I went to Ivy Junior High School. My brother went to the school as well. – Saya sekolah di SMP Ivy. Adik laki-laki saya sekolah di sekolah itu juga.

TOO

Kata too juga termasuk dalam kategori adverbia. Dibanding dua adverbia sebelumnya, kata too sangat lazim digunakan dalam komunikasi lisan sehari-hari, terutama dalam American English. Maka, nuansa maknanya pun kasual, informal, berbeda dengan dua adverbia sebelumnya yang cenderung formal. Adverbia too juga lazimnya diletakkan di akhir kalimat.

  • I was at Carl’s party last night. Tim was there, too. – Saya ada di pesta Carl semalam. Tim ada di sana juga.
  • Drini is a beautiful beach. It is so relaxing and peaceful, too. – Drini adalah pantai yang indah. Selain itu, pantai Drini sangat menenangkan dan tenang.

Author: Noeg

English teacher, blogger, translator, workshop facilitator, writing addict, and photography enthusiast, living in Yogyakarta. I teach, I write, therefore I am.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

19 − 17 =