Aloud vs Loudly: Pahami Bedanya!

By | February 6, 2019

Sobat pembaca, dua kata yang kita angkat sebagai topik bahasan kali ini adalah dua kata yang sekilas tampak sama, sama-sama berfungsi sebagai adverbia. Tetapi, sobat mesti berhati-hati karena meskipun kedua kata tersebut mempunyai fungsi adverbia, masing-masing mempunyai makna berbeda, meskipun tidak mudah untuk dipahami. Lalu, di mana letak perbedaannya? Mari kita bahas satu per satu.

ALOUD

Kata ini termasuk dalam kategori adverbia. Menurut kamus online Collins Dictionary, adverbia ini digunakan untuk menunjukkan bahwa suara sobat – entah saat berbicara, tertawa, atau membaca – bisa didengar. Nah, yang dimaksud bisa didengar ini tidak berarti volumenya keras. Yang penting cukup keras untuk didengar, tidak berbisik, dan tidak dengan volume suara tinggi.

Menegaskan hal ini, dalam kamus online yang sama, kata ini dalam British English dimaknai “in a normal voice; not in whisper” – dalam suara normal; tidak berbisik. Dalam definisi ini, tidak disinggung soal volume keras sama sekali. Berikut adalah beberapa contoh kalimatnya:

  • I repeated the word aloud, to make sure he understood me. – Saya mengulangi kata itu cukup keras, untuk memastikan ia memahami saya.
  • Mom used to read a bedtime story aloud to me when I was a kid – Ibu dulu biasa membacakan cerita sebelum tidur untuk saya waktu saya kecil dengan suara cukup keras.
  • The boy giggled aloud. – Anak laki-laki itu terkikih-kikih dengan suara cukup keras (untuk didengar).

Nah, adverbia ini juga bisa digunakan bersama-sama dengan kata think, menjadi think aloud.  Kurang lebih, ungkapan ini berarti ‘mengungkapkan pikiran’ kita segera setelah pikiran-pikiran itu muncul di kepala kita, bukan ‘berpikir dulu, baru berbicara’.

  • She always thinks aloud. That’s her nature. – Dia selalu mengungkapkan yang dipikirkannya. Itu sudah sifatnya.

LOUDLY

Kata ini juga termasuk adverbia. Fungsinya adalah menjelaskan bagaimana subyek melakukan sesuatu. Kata ini  berasal dari ajektiva loud, yang merujuk pada volume suara tinggi. Kata loudly sering diartikan ‘dengan keras’. Maksudnya, dengan volume suara keras, BUKAN sekedar bisa didengar.

Jadi kalau sobat berbicara, tertawa, berteriak, menangis, dan lain-lain, dengan suara keras dalam pengertian ini, volume suara sobat sangat tinggi, dan sekali lagi BUKAN sekedar bisa didengar. Berikut adalah beberapa contoh kalimatnya.

  • That girl screamed so loudly that everyone in the cafe literally turned their head. – Gadis itu berteriak keras-keras sehingga setiap orang di kafe itu menengok.
  • They laughed loudly. The stand-up comedian was so funny and entertaining. – Mereka tertawa keras-keras. Pelawak tunggal itu begitu lucu dan menghibur.
  • She talks loudly on the phone. – Dia berbicara keras-keras di telepon.

Semoga membantu.

 

Author: Admin

Hi, I am Widi. I am an English teacher, blogger, translator, workshop facilitator, writing addict, and photography enthusiast, living in Yogyakarta. I teach, I write, therefore I am.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *