All right vs Alright: Sama atau Beda?

By | February 8, 2016

Sobat pembaca, kali ini kita mau mencoba membandingkan all right dan alright. Yang pertama adalah frasa yang mempunyai beberapa arti, tergantung pada konteks kalimatnya. Coba perhatikan kalimat-kalimat berikut ini:

  • Semarang is all right, but I’d rather live in Yogyakarta. – Semarang cukup menyenangkan, tetapi saya lebih suka tinggal di Yogyakarta. Jadi, dalam kalimat ini, frase ini berarti cukup menyenangkan.
  • Is it all right if I bring my wife? – Apakah tidak apa-apa jika saya membawa serta istri saya? Dalam kalimat ini, frasa berarti okay, tidak masalah, tidak apa-apa.
  • Are you all right, my dear? You look upset. – Apakah kamu baik-baik saja? Kamu tampak gusar.

Kalau sobat perhatikan, frasa tersebut secara umum berarti ‘oke, tidak apa-apa, cukup baik. Bagaimana dengan alright? Secara singkat, bisa dikatakan bahwa kata alright adalah kesalahan eja dari all right, dan dalam bahasa tulis resmi tidak dianjurkan untuk digunakan karena bahkan kata ini tidak dianggap sebagai sebuah kata. Banyak ahli bahasa (linguists) dan ahli tata bahasa menolak penggunaan kata ini.

Meskipun demikian, kata alright banyak dijumpai dalam dialog tertulis yang tidak resmi, dan sekarang ini karena alasan perkembangan bahasa, mulai mendapatkan banyak dukungan. Bahkan, menurut www.merriam-webster.com kata ini pertama kali digunakan tahun 1810. Sudah lama bukan?

Kesimpulannya begini. Perbedaan kedua ungkapan tersebut ada pada kebakuannya. Maka, silakan sobat menggunakan all right dalam tulisan resmi yang harus mengikuti aturan bahasa Inggris baku, dan silakan menggunakan alright dalam tulisan-tulisan sehari-hari yang sifatnya tidak resmi.

Semoga membantu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *