Affect vs Influence

By | February 4, 2016

Sobat pembaca, kali ini kita akan membahas dua kata yang sering membuat kita bingung yang mana yang harus digunakan: affect dan influence. Kedua kata ini dalam bahasa kita sering berarti mempengaruhi. Affect dan influence keduanya kata kerja (verb). Lalu, jika keduanya berarti mempengaruhi, apa bedanya?

AFFECT

Kata ini digunakan jika sesuatu mempengaruhi sesuatu yang lain atau seseorang dan ada efek atau akibat (effect) yang kelihatan atau bisa dirasakan. Jadi, ada relasi sebab-akibat. Misalnya, suatu kali sobat sedang duduk di atas sebongkah batu besar di tepi sungai yang mengalir di belakang rumah, sembari memancing dan menikmati udara segar. Sobat melihat bahwa di beberapa titik pada batu itu terdapat lubang besar dan kecil.

Sobat berpikir bahwa lubang-lubang itu ada akibat gerusan air sungai yang terus menerus mengenai batu tersebut. Artinya, air sungai telah mempengaruhi batu itu sedemikian rupa sehingga muncul lubang-lubang tersebut. Lubang-lubang itu adalah effect dari derasnya arus sungai. Dalam hal ini, kata affect lah yang digunakan, BUKAN influence.

  • The strong current of the river has severely affected the rock where I am sitting. – Arus sungai yang kuat telah mempengaruhi batu tempat saya sekarang duduk.

Contoh lain. Cuaca yang berubah-ubah sepeti sekarang ini membuat banyak orang terserang flu. Itu artinya cuaca telah mempengaruhi kondisi kesehatan kita. Kondisi kesehatan yang tidak baik itulah effect nya.  Dalam koteks seperti ini, kata affect lah yang digunakan, BUKAN influence.

  • The weather has affected my health. – Cuaca ini telah mempengaruhi kesehatan saya.

Ketika sobat pembaca menonton film dan ikut terlibat secara emosi, dan kemudian menangis karena sebuah adegan sedih, misalnya, sobat telah terpengaruh secara emosi. Dalam hal ini, kata affect lah yang digunakan.

INFLUENCE

Kata influence digunakan ketika sesuatu atau seseorang mempengaruhi seseorang sedemikian rupa sehingga yang bersangkutan mengalami perubahan cara pandang, persepsi, atau perilaku. Ketika sobat melihat iklan es krim yang begitu menarik di televisi dan kemudian sobat mempunyai keinginan untuk membeli es krim dengan merek itu, perilaku sobat telah dipengaruhi oleh iklan itu.

  • The ice cream commercial ads on TV have strongly influenced me. – Iklan es krim di TV telah dengan kuatnya mempengaruhi saya (dan saya terdorong untuk membeli – perubahan perilaku).

Ketika sobat mendengar kata-kata seorang pembicara inspiratif, dan kemudian setelah itu sobat terdorong untuk melakukan sesuatu seperti yang dia katakan di mimbar, sobat telah dipengaruhi kata-kata pembicara itu.

  • I am strongly influenced by his words. – Saya sangat terpengaruh oleh kata-katanya (dan itu mengubah perilaku atau tindakan saya kemudian).

Jadi, kata influence selalu digunakan jika ada pengaruh yang menggerakkan sobat untuk mengubah cara pikir maupun tindakan/perilaku. Apakah kata affect bisa digunakan dalam kalimat di atas? Bisa, tetapi dengan MAKNA yang berbeda.

  • I am strongly affected by his words. – Saya sangat terpengaruh oleh kata-katanya (dalam arti saya tersentuh secara emosi – tetapi TIDAK mendorong saya untuk melakukan tindakan tertentu).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *