Adapt vs Adopt: Cermati Bedanya!

By | April 7, 2022

Ya, sebenarnya dua verba yang kita bahas kali ini memang berbeda dalam hal makna. Meskipun begitu, ada sementara pembelajar bahasa mengalami kebingungan ketika harus memilih kata mana yang harus dipakai. Pilihan kata tentu tergantung konteks. Mari kita bahas masing-masing kata.

ADAPT

Verba ini sudah pernah dibahas dalam tulisan sebelumnya. Sobat bisa membaca ulang ulasan tentang verba ini di link ini . Kata adapt digunakan untuk menggambarkan situasi ketika sobat melakukan penyesuaian-penyesuaian atau modifikasi pada satu hal supaya sesuai atau cocok dengan lingkungan baru. Dalam tulisan tersebut dijelaskan juga bahwa proses adaptasi atau penyesuaian ini melibatkan hal-hal yang mayor, dan lazimnya membutuhkan waktu cukup lama supaya penyesuaian terjadi sesuai yang diharapkan.

Misalnya, ketika sobat, sebagai kepala sekolah, memutuskan untuk menerapkan pengetahuan, keterampilan, atau paradigma pendidikan yang baru saja sobat pelajari di luar negeri di sekolah Anda, pasti perlu dilakukan penyesuaian-penyesuaian di sana-sini karena pengetahuan atau paradigma tersebut hendak dimasukkan dalam situasi/konteks baru yang tentu berbeda dengan situasi/konteks dari negara asal. Proses penyesuaian seperti ini tidak mudah dan memerlukan waktu cukup lama.

  • The knowledge and skills you have learned need to be adapted to the school context. – Pengetahuan dan keterampilan yang telah kamu pelajari perlu disesuaikan dengan konteks sekolah.
  • As a new student, you should know how to adapt yourself to the culture of your new school. – Sebagai murid baru, kamu harus tahu bagaimana beradaptasi dengan kultur sekolah barumu.
  • I need some time to adapt myself to this new neighborhood. – Saya butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan (tetangga) baru.

ADOPT

Verba ini berarti mengadopsi. Arti ini pun punya dua pengertian. Pertama, mengadopsi anak, yakni mengambil anak orang lain sebagai anak sendiri secara legal. Kedua, mengadopsi dalam arti menerima, mengikuti, atau mulai menggunakan rancangan, ide, atau sikap. Contoh untuk pengertian pertama kiranya tidak perlu diberikan di sini karena sudah jelas.

Bagaimana dengan contoh untuk pengertian kedua? Misalnya begini. Sobat adalah seorang murid baru di sebuah sekolah berasrama, dan harus tinggal di asrama. Sebagai orang baru, sobat pasti harus menyesuaikan diri (adapt) dengan lingkungan baru. Setelah kira-kira dua minggu tinggal di asrama, sobat menerima dan mulai melakukan (adopt) rutinitas harian penghuni asrama.

Contoh lain, misalnya begini. Kementrian pendidikan dan kebudayaan baru saja mengeluarkan kebijakan baru. Karena ini kebijakan baru, kementrian tidak mengharuskan semua sekolah menjalankan kebijakan baru tersebut secara serentak. Sekolah yang merasa sudah siap dapat segera menerima dan menjalankan (adopt) kebijakan tersebut, sementara sekolah yang lain dapat melakukan persiapan-persiapan lebih dulu sebelum mengadopsi kebijakan tersebut.

  • After a week living in the dorm, Johnny began to adopt the morning routine of praying and cleaning done by all tenants. – Setelah seminggu tinggal di asrama, Johnny mulai mengadopsi (menerima dan melakukan) rutinitas berdoa dan bersih-bersih yang dilakukan oleh seluruh penghuni.
  • SMA Harimurti was the first school to adopt the new policy issued by the ministry of education. – SMA Harimurti adalah sekolah pertama yang mengadopsi kebijakan yang dikeluarkan oleh kementerian pendidikan.
  • After weeks of discussions and discernments, we finally decided to adopt the Cambridge IGCSE curriculum. – Setelah berbulan-bulan diskusi dan disernmen kami akhirnya memutuskan untuk mengadopsi kurikulum Cambridge IGCSE.

Semoga membantu.

 

Author: Noeg

English teacher, blogger, translator, workshop facilitator, writing addict, and photography enthusiast, living in Yogyakarta. I teach, I write, therefore I am.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

nineteen − fourteen =