Hesitate vs Doubt

By | February 8, 2016

Sobat pembaca, kata hesitate dan doubt sama sekali bukan sinonim. Kedua kata tersebut sama sekali berbeda. Tetapi, yang sering kali menimbulkan kebingungan adalah dalam bahasa Indonesia kedua kata itu dalam konteks tertentu diartikan sama: ragu-ragu. Mari kita bahas satu per satu supaya sobat pembaca memahami dalam konteks seperti apa masing-masing kata itu digunakan.

HESITATE

Hesitate adalah kata kerja (verb) intransitive, yakni kata kerja yang tidak membutuhkan obyek. Menurut kamus online www.merriam-webster.com kata hesitate mempunyai 2 makna pokok yang kesemuanya berkaitan dengan kata ragu-ragu, yakni: 1) enggan atau tidak mau melakukan sesuatu karena tidak yakin, dan 2) berhenti sejenak sebelum melakukan sesuatu karena gugup atau tidak yakin.

Intinya, hesitate digunakan ketika sobat ragu-ragu UNTUK melakukan atau memutuskan sesuatu atau ragu-ragu SEBELUM melakukan sesuatu, BUKAN ragu-ragu tentang sesuatu. Coba sobat perhatikan contoh-contoh kalimat berikut ini:

  • I had been waiting quite long at the bus stop. But when it came, I hesitated to get on. I had no idea where it was going. – Saya sudah menunggu cukup lama di halte bus. Tetapi, ketika busnya datang, saya ragu-ragu untuk naik. Saya tidak tahu bus itu menuju ke mana.
  • I hesitate to say these things to you. I don’t want to hurt you. – Saya ragu-ragu untuk mengatakan hal-hal ini. Saya tidak ingin menyakitimu.
  • I came at the door. I hesitated for a second, then I stepped and opened the door. – Saya tiba di depan pintu. Saya ragu-ragu sebentar, kemudian saya melangkah dan membuka pintu itu.

Dalam kalimat-kalimat tersebut tampak bahwa kata hesitate diikuti oleh to infinitve atau kata kerja yang diawali dengan ‘to’.

DOUBT

Doubt bisa dikategorikan sebagai kata kerja (verb) transitive maupun intransitive. Sebagai kata kerja transitive, kata doubt mesti diikuti obyek, dan sebagai kata kerja intransitive kata ini tidak membutuhkan obyek.

Berbeda dengan hesitate, doubt berarti ragu-ragu tentang sesuatu atau seseorang atau meragukan sesuatu atau seseorang, BUKAN ragu-ragu untuk melakukans sesuatu. Kata ini juga mengisyaratkan ketidakpercayaan terhadap sesuatu atau seseorang. Maka, barangkali kata ini lebih tepat diartikan meragukan sesuatu atau seseorang. Coba sobat pembaca perhatikan contoh-contoh kalimat berikut ini:

  • People say he is clean, but I doubt it. – Banyak orang mengatakan dia bersih, tetapi saya meragukannya (maksudnya, tidak percaya kalau dia bersih). It adalah obyek dari doubt.
  • I doubt that he is capable of managing the conflicts. – Saya ragu dia mampu mengelola konflik (yang terjadi). Kata doubt juga mengisyaratkan bahwa saya tidak percaya pada kemampuannya untuk mengelola konflik.
  • To be honest, I can’t help doubting him. – Sejujurnya, saya tidak bisa tidak meragukan dia (maksudnya, saya tidak mempunyai kepercayaan padanya).

Sobat pembaca bisa melihat dalam kalimat-kalimat tersebut di atas bahwa kata doubt TIDAK PERNAH diikuti oleh to infinitive. Kata doubt dalam kalimat-kalimat tersebut tidak bisa digantikan oleh hesitate.

Sebagai kesimpulan, hesitate digunakan jika sobat ragu-ragu UNTUK melakukan sesuatu, sementara doubt digunakan ketika sobat ragu-ragu terhadap atau tentang sesuatu atau seseorang.

One thought on “Hesitate vs Doubt

  1. Pingback: The Difference Between ‘Hesitate’ and ‘Doubt’ – ANICE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *