Hazard dan Danger: Sama apa Beda?

By | March 26, 2016

Sobat pembaca pasti sangat akrab dengan dua kata ini. Kata-kata ini berfungsi sebagai kata benda (noun) dan sering diartikan ‘bahaya’ dalam bahasa Indonesia. Kamus tidak secara spesifik menyebutkan perbedaan di antara kedua kata ini. Oleh karena itu, banyak orang sering menganggap keduanya sama. Padahal, masing-masing kata mempunyai pengertian yang berbeda.

Hazard mengacu pada situasi atau sesuatu yang mendatangkan potensi bahaya. Hidup kita dikelilingi oleh hazard: listrik, mengendarai sepeda motor, naik ke atap rumah, pisau, rokok, lantai licin. Praktis apapun. Tetapi, sejauh kita bisa mengidentifikasi potensi bahaya yang ditimbulkannya, danger yang sesungguhnya tidak perlu ada.

Listrik disebut hazard karena berpotensi menyebabkan orang tersengat listrik. Mengendarai sepeda motor juga bisa disebut hazard karena di situ ada kemungkinan pengendara jatuh atau mengalami kecelakaan. Demikian juga dengan naik ke atap rumah. Orang bisa saja jatuh.

Pisau juga hazard karena berpotensi melukai. Demikian juga dengan rokok yang bisa menyebabkan kanker. Lantai licin di rumah juga hazard karena berpotensi menyebabkan orang terpeleset dan jatuh.

Ketika bicara tentang hazard, kita bicara soal potensi bahaya: bahaya yang MUNGKIN muncul. Ada slip hazard, fall hazard, cancer hazard, cut hazard, shock hazard, explosion hazard, dan lain-lain. Jadi, secara teknis, bahayanya sendiri tidak nyata atau belum ada.

Ketika sobat bepergian naik sepeda motor ke luar kota, misalnya, tindakan berkendara ini bisa disebut hazard, karena di situ ada potensi terjatuh atau kecelakaan. Meskipun naik sepeda motor itu hazard, sobat bisa mencegah agar danger tidak muncul dengan cara berkendara di jalur yang benar, kecepatan aman, memakai helm, dan mematuhi rambu lalu-lintas.

Tetapi jika sobat naik sepeda motor dengan kecepatan 100 km per jam, tanpa helm, menyalip kendaraan lain dari kanan atau kiri sesuka hati, ini yang disebut danger. Dan situasi ini tentu sangat dangerous.

Contoh lain, ketika sobat sarapan pagi, ada choking hazard di situ. Tetapi, kalau sobat makan tidak terburu-buru, menikmati makanan yang ada, danger yang sesungguhnya tidak perlu ada. Berenang itu hazard. Ada potensi bahaya di situ. Tetapi, ketika orang berenang dan kakinya kram kemudian tenggelam, orang ini ada dalam danger. Dan situasi ini sangat dangerous.

Dalam sebuah film “Magic in the Moonlight” ada satu adegan ketika seorang perempuan mengalami kecelakaan, dioperasi, dan dalam kondisi kritis. Setelah beberapa saat dirawat di rumah sakit, ia akhirnya sembuh. Seorang keponakannya berujar,”Thank God, she’s not in danger anymore.” Jadi jelas, danger adalah bahaya yang nyata-nyata sedang mengancam, bukan potensi bahaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *