Cloth vs Fabric vs Textile: Apa Sih Bedanya?

By | January 10, 2016

Kali ini pokok bahasan kita adalah tiga kata benda yang saling berkaitan: cloth, fabric, dan textile. Ketiga nomina ini dianggap sinonim. Meskipun demikian ada perbedaan penggunaan dalam kehidupan sehari-hari. Artinya, dalam konteks tertentu, satu kata lebih lazim dipakai daripada kata lainnya. Mari kita bahas satu per satu. 

CLOTH

Cloth berarti kain, yakni bahan pakaian atau produk-produk lain yang menggunakan kain. Dalam pengertian kain, kata ini termasuk kata benda tidak bisa dihitung (uncountable noun). Untuk membuatnya menjadi bisa dihitung sobat harus menggunakan frasa a piece, two pieces, three pieces, dan seterusnya. Kata cloth mengacu pada kain yang dibuat dengan memintal, menenun, atau merajut serat atau benang sintetis atau alami. Kata ini digunakan dalam konteks yang lebih luas daripada dua kata lainnya.

Kata ini juga bisa berfungsi sebagai countable noun, bisa dihitung. Sebagai kata benda bisa dihitung, kata ini digunakan untuk menyebut kain sebagai produk jadi dengan fungsi tertentu seperti taplak (table cloth), alat pembersih, dan lain-lain, dan BUKAN dalam pengertian bahan untuk membuat produk-produk tertentu.

Kata ini lebih lazim digunakan dalam konteks sehari-hari ketika sobat membicarakan kain sebagai materi atau bahan suatu produk atau kain pada umumnya. Juga, kata ini lebih umum untuk menyebut kain yang ringan dan lebih tipis, seperti kain bahan pakaian pada umumnya atau kain untuk saputangan.

Kata ini juga lebih lazim dipakai dalam konteks jual beli, konteks komersiil. Misalnya, ketika sobat membeli kain di toko atau mengimpor kain dari negara lain. Perhatikan contoh-contoh berikut:

  • The clothes she wears are made of the best cotton cloth. – Pakaian-pakaian yang dikenakannya terbuat dari kain katun terbaik.
  • Honour is shown to an adult when he dies, by wrapping him in a cloth and placing him on a platform in a tree instead of burying him. – Penghormatan ditunjukkan kepada seorang dewasa saat dia mati, dengan membungkusnya dengan selembar kain (yang sudah jadi dan memang dibuat untuk tujuan ini) dan menempatkannya pada papan di atas pohon, ketimbang menguburnya.
  • She glanced around, noting several objects covered with white cloths, as well as a box that sat on a table beside the door. – Dia melihat sekilas ke sekitarnya, sembari mencatat beberapa benda yang tertutup kain putih, dan sebuah kotak di atas meja di samping pintu.
  • They bought some pieces of nice and soft cloth at the store. – Mereka membeli kain yang bagus dan halus di toko itu.

FABRIC

Kata ini juga bisa berarti kain, meskipun kata ini juga mempunyai arti lain. Secara umum kata ini bisa dipertukarkan dengan cloth dalam banyak konteks.  tetapi penutur asli cenderung menggunakan kata ini ketika mereka berbicara tentang kain yang lebih ‘berat’ seperti kain korden, terpal (tarpaulin), ransel, dan lain-lain.

Tetapi, sebagai catatan, orang Amerika tidak pernah menggunakan frase cloth store (X), tetapi fabric store untuk menyebut toko kain.

  • There are a lot of fabric stores at Jalan Solo. – Ada banyak toko kain di Jalan Solo. Cloth stores (X)
  • They produce the finest silk fabrics (or cloths) in the country. – Mereka memproduksi kain sutera terbaik di negara itu.
  • She wrapped the gift with fabric (or cloth). – Ia membungkus hadiah itu dengan kain.
  • The rucksacks are made of strong and tough fabrics. – Ransel-ransel itu dibuat dari kain yang kuat dan ulet. Strong and rough cloths (X)

TEXTILE

Kata ini digunakan dalam konteks yang lebih terbatas lagi dibanding dua kata sebelumnya. Kata textile lebih lazim digunakan oleh orang-orang yang berkecimpung atau menggeluti dunia industri. Kata ini juga lazim digunakan untuk berbicara tentang kain sebagai produk budaya suatu bangsa dan terkait erat dengan sejarah. Kata ini juga dipakai dalam dunia seni.

  • My cousin works in textile industry. – Sepupu saya bekerja di industri tekstil.
  • They intensively do research on Indian textiles. – Mereka melakukan riset secara intensif terhadap kain bangsa Indian.

Semoga membantu

2 thoughts on “Cloth vs Fabric vs Textile: Apa Sih Bedanya?

    1. Nugroho Widi Post author

      Halo …. Makasih ya sudah berkunjung. Yang bener clothes mas. Cloth itu kain seperti yang di jual di toko-toko kain itu.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *