Anecdote TAK SAMA Dengan Cerita Lucu

By | January 14, 2016

Sobat pembaca, kali ini saya ingin membahas soal anecdote. Banyak orang mempunyai anggapan bahwa anecdote adalah cerita lucu. Sebenarnya tidak demikian. Anecdote pertama-tama BUKAN cerita lucu, dan tidak identik dengan cerita lucu.

Anecdote memang bisa saja lucu, tergantung isinya dan tergantung penulisnya. Tetapi, anecdote bisa saja tidak lucu, karena memang tujuan teks ini pertama-tama bukan untuk membuat pembaca atau pendengar tertawa.

Lalu, apa itu anecdote?

Anecdote adalah cerita singkat tentang salah satu peristiwa yang pernah dialami, baik oleh yang menceritakan sendiri atau orang lain. Kadang-kadang,  anecdote juga bisa berupa cerita singkat rekaan.

Salah satu peristiwa yang dipilih untuk diceritakan sebenarnya praktis bisa peristiwa apapun. Tetapi, kerap kali, orang yang menyampaikan sebuah anecdote memilih dengan sengaja cerita yang menurutnya bermakna, menghibur, dan mengandung pesan tertentu. Yang dimaksud bermakna adalah bahwa cerita itu relevan dengan konteks di mana cerita itu disampaikan.

Misalnya, suatu kali seorang ayah berbincang-bincang dengan anak perempuannya tentang bahaya pulang larut malam. Sang ayah mengawali perbincangan itu dengan menceritakan salah satu peristiwa menakutkan yang dialaminya sendiri ketika ia pulang larut malam.

Nah, cerita itu termasuk anecdote. Cerita itu – entah berasal dari pengalaman nyata atau rekaan si ayah – sengaja dipilih untuk diceritakan karena sangat sesuai dengan konteks perbincangan antara si ayah dan anak perempuannya. Dan oleh karena itu, cerita itu menjadi bermakna, ada artinya, ada pesannya. Apakah cerita itu lucu? Tentu saja tidak sama sekali.

Seorang penulis biasa juga mengawali tulisannya dengan sebuah cerita singkat tentang peristiwa yang dialaminya atau dialami orang lain, yang relevan dengan topik tulisannya. Cerita singkat ini juga termasuk anecdote,  karena bermakna, dan sangat sesuai dengan konteks saat itu.

Atau, seorang mahasiswa mengawali sesi ‘sharing’nya tentang belajar di luar negeri kepada mahasiswa lain dengan pengalamannya sendiri ketika dia lupa mematikan kompor listrik di apartemen, yang kemudian mengakibatkan alarm kebakaran menyala dan berbunyi keras dan membangunkan penghuni apartemen karena asap tebal mengepul memenuhi ruangan.

Anecdote juga sering digunakan untuk mengawali sebuah pidato, diskusi, kuliah, pelajaran, jamuan pernikahan, jamuan makan malam Natal, dan lain sebagainya. Intinya, cerita yang dipilih sesuai dengan konteks di mana cerita itu disampaikan.

Berikut adalah kata-kata kunci yang mesti diingat terkait dengan anecdote.

  1. cerita singkat;
  2. riil, nyata; bisa juga rekaan;
  3. digunakan untuk mengawali sesuatu, entah pidato, tulisan, diskusi, atau kesempatan lain;
  4. dipilih sesuai dengan konteks atau topik saat itu
  5. peristiwa bermakna dan mengandung pesan
  6. tidak harus lucu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *