20 Contoh Kalimat Dengan Gerund Sebagai Obyek Preposisi

By | February 2, 2018

Sobat pembaca, kita sudah membahas apa itu gerund (klik link ini untuk membaca kembali), gerund sebagai subyek (klik link ini untuk membaca ulang topik ini), dan gerund sebagai obyek dari verba (klik link ini). Kali ini kita akan membahas lebih jauh tentang fungsi gerund sebagai obyek, yakni obyek dari preposisi atau kata depan. Sebagai obyek dari preposisi, gerund diletakkan persis setelah preposisi, sebagaimana fungsinya sebagai obyek dari verba, yang berada persis setelah kata kerja.

Jadi, prinsip yang sobat harus pegang adalah, jika sobat menempatkan kata kerja setelah preposisi, maka kata kerja tersebut harus berbentuk verba berakhiran -ing (ingat definisi gerund). Preposisi yang lazim diikuti gerund adalah about, of, for, with, in, on, by, from, to, at, after, before, between. Lazimnya preposisi-preposisi tersebut digunakan bersama-sama dengan ajektiva atau verba tertentu.

Berikut adalah contoh-contoh kalimat dengan gerund sebagai obyek dari preposisi:

  • Sam is thinking about moving into a new house. – Sam tengah memikirkan untuk pindah rumah.
  • It is not about winning or losing. It is about thriving on a challenge. – Ini bukan tentang menang atau kalah. Ini tentang bertumbuh di atas sebuah tantangan.
  • We went to the concert instead of staying at home. – Kami pergi ke konser alih-alih tinggal di rumah.
  • In spite of studying hard, I failed the exam. – Meskipun belajar keras, saya gagal ujian.
  • Thanks for joining and sharing your experiences with us. – Terima kasih telah bergabung dan membagikan pengalaman Anda dengan kami.
  • The man was detained at the airport for bringing a sword. – Pria tersebut ditahan di bandara karena membawa sebilah pedang.
  • A friend of mine was obsessed with diving without equipment. – Seorang temanku terobsesi dengan menyelam tanpa peralatan.
  • I love swimming, and now I am obsessed with wanting to get better. – Saya suka berenang, dan sekarang saya terobsesi untuk menjadi lebih baik.
  • There is no point in blaming other people for your own failure. – Tidak ada gunanya menyalahkan orang lain atas kegagalanmu sendiri.
  • I am interested in applying for the position of equipment coordinator. – Saya tertarik untuk melamar jabatan koordinator peralatan.
  • I look forward to discussing the opportunity with you. – Saya menanti-nanti untuk mendiskusikan kesempatan tersebut dengan Anda.
  • She is now getting used to living side by side with people from different cultural backgrounds. – Dia sekarang mulai terbiasa hidup berdampingan dengan orang-orang dari latar belakang budaya berbeda.
  • John Dewey theorized that people would learn more effectively by doing. – John Dewey berteori bahwa orang akan belajar secara lebih efektif dengan (cara) melakukan.
  • Can we learn a foreign language just by listening? – Apakah kita dapat belajar bahasa asing dengan mendengarkan saja?
  • A lot of students are tired from doing too much homework. – Banyak siswa lelah karena mengerjakan terlalu banyak PR.
  • She is good at hiding her feelings. – Dia pandai menyembunyikan perasaannya.
  • Well, I would say she is crazy about skateboarding. – Ya, saya bisa katakan ia tergila-gila bermain papan luncur.
  • She left without saying goodbye. – Dia pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal.
  • We decided to stop before reaching the top. – Kami memutuskan berhenti sebelum mencapai puncak.
  • After doing his homework, he went out for a cup of coffee. – Setelah mengerjakan PRnya, ia keluar rumah untuk minum kopi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *